Metode dua tanaman berbeda yang ditanam secara bersamaan di lahan yang sama (tumpangsari) bisa memaksimalkan hasil sehingga menambah pendapatan dari hasil bumi ini. Di kawasan ini, padi darat digabung dengan tanaman cabai.
"Padi darat dengan cabe sangat cocok digabungkan dan hasilnya sangat bagus. Kan tanaman cabe 'memakan' hama padi makanya padi tidak kena hama. Tikuspun tidak mau masuk," tutur seorang petani yang memiliki lahan seluas 2 rante, Ammat Girsang didampingi isterinya Surya Mannen br Haloho, Minggu.
Ammat Girsang menjelaskan, awalnya mereka menanam bibit padi terlebih dahulu, setelah padi berumur 3 bulan kemudian menanam bibit cabai. Cara ini, selain menghemat lahan, juga hemat pemakaian pupuk.
"Panennya hampir bersamaan dan buahnya bagus-bagus. Padi kami panen dalam waktu 6 bulan, kalau cabe 5 bulan," kata Ammat Girsang sembari bersih-bersih tanaman tumpangsari ini.
Panen padi bagi keluarga Ammat Girsang dan keluarga petani lainnya tidak untuk dijual tapi untuk makan keluarga. Sedangkan cabai dan tanaman sayur kol sebagian dijual, begitu juga kopi yang menjadi andalan petani di sini.
"Ya...paling tidak untuk makan sehari-hari tidak perlu beli kecuali untuk ikan, kan lumayan pengeluaran tidak banyak kali lah," kata Ammat Girsang yang menjual cabai dengan harga Rp5.000-Rp6.000 per Kg. (Waristo)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.