Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut Syah Afandin di Medan, akhir pekan ini mengatakan, kebijakan itu dilakukan untuk menyahuti aspirasi yang berkembang.
Demikian juga dengan adanya perubahan daerah pemilihan (dapil) akan semakin membuka kesempatan bagi tokoh nonkader untuk menjadi bakal caleg dari PAN.
Namun pihaknya belum menetapkan jumlah tokoh nonkader tersebut untuk dimasukkan sebagai bakal caleg dalam partai pimpinan Hatta Rajasa itu.
"Kita belum menentukan kuotanya. Kita tampung dulu, baru dibahas dengan DPP PAN," katanya.
Menurut dia, berdasarkan informasi yang diterima komisi wilayah yang dibentuk secara internal, ada beberapa daerah yang masih kekurangan bakal caleg seperti di Kabupaten Serdang Bedagai dan Tapanuli Tengah.
Namun ada juga daerah yang daftar bakal calegnya berlebih seperti di Kabupaten Langkat dan Deli Serdang.
Pihaknya berupaya mengatasi perkembangan tersebut dengan mengombinasikan kuota yang ada sehingga dapat memenuhi daerah yang kekurangan caleg.
Selain itu, pihaknya juga sedang memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30 perempuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pihaknya masih mengonsultasikan perkembangan tersebut ke DPP PAN. "Sebelum penutupan penyerahan DCS, semua sudah selesai," katanya.
Ketika dipertanyakan tentang keberadaan kader PAN yang sedang menduduki kursi di DPRD Sumut, ia mengakui keseluruhannya ikut mendaftar lagi dalam DCS.
"Kader yang masih menjabat sebagai anggota DPRD Sumut rata-rata mencalonkan diri kembali," katanya. ***1***
Kaswir
(T.I023/B/Kaswir/Kaswir)
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.