"Bulog memang kalah tender 10.000 ton gula PTPN II dengan harga Rp10.200 per kg sehingga tidak ada penambahan stok, namun stok masih cukup banyak atau 5.595 ton,"kata Humas Bulog Sumut, Rudi, di Medan, Rabu.
Stok itu merupakan hasil lelang pertama PTPN II pada Januari lalu yang sebesar 11.620 ton dengan harga jual ketika itu senilai Rp10.100 per kg.
"Mudah-mudahan gula Bulog segera terjual untuk menambah pasokan salah satu bahan pokok (sembako) di pasar,"ujarnya.
Anggota DPD RI utusan Sumut, Parlindungan Purba, menyebutkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut harus memperkuat stok dan memperlancar pasokan untuk kebutuhan sembako di daerah itu.
Penguatan stok dan memperlancar penyaluran itu dilakukan untuk menekan inflasi yang hingga Februari masih cukup tinggi.
"Kalau stok dari produksi PTPN II belum juga memadai, pasokan dari daerah lain seperti melalui kegiatan antarpulau harus dilakukan,"katanya.
Humas PTPN II, Rachmuddin menyebutkan, PT.PN II terus berupaya meningkatkan produksi gula dan menjual secara tender terbuka untuk semua kalangan.
Namun diakui, produksi gula PTPN II belum mampu memenuhi kebutuhan daerah itu yang disebut-sebut berkisar 23.000 ton per bulan.***3***Budi Suyanto
(T.E016/B/B. Suyanto/B. Suyanto)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.