"Produktivitas sapi pada beberapa kecamatan di Labuhan Batu selama satu tahun terakhir meningkat setelah menerapkan sistem integrasi sawit-sapi," kata Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bilah Hilir Gusnar, di Bilah Hilir, Jumat.
Menurut dia, integrasi ternak sapi dalam kebun kelapa sawit merupakan salah satu cara efektif meningkatkan produktivitas pangan berwujud nabati dan hewani.
Manfaat langsung yang diperoleh petani dari mengintegrasikan sawit dengan sapi, yakni tanaman sawit dapat dimanfaatkan untuk menambah kebutuhan pakan bagi sapi.
Sedangkan kotoran hewan ternak itu dapat dijadikan kompos untuk meningkatkan kesuburan tanaman kelapa sawit.
Berdasarkan program pembelajaran integrasi sawit dengan sapi yang diterapkan BPP Labuhan Batu di Desa Selat Besar, Kecamatan Bilah Hilir, selama 2008-2012, sistem integrasi sawit-sapi ternyata mampu meningkatkan penggemukan dan populasi hewan ternak sapi.
Sebelumnya, menurut Gusnar, populasi sapi di desa itu hanya berjumlah tujuh ekor dan melalui penerapan sistem integrasi sawit-sapi, populasi hewan ternak tersebut bertambah menjadi 172 ekor.
"Setelah merasakan manfaat dari sistem integrasi sawit-sapi, sejumlah petani di Kecamatan Bilah Hilir akhir-akhir ini semakin bergairah mengembangkan ternak sapi," ujarnya.
Ia membenarkan, keuntungan yang diperoleh dari mengembangkan ternak sapi melalui sistem integrasi sawit-sapi dewasa ini relatif lebih besar dibanding dari hasil panen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Dengan asumsi harga TBS sawit saat ini rata-rata Rp1.000 per kilo gram, kata Gusnar, total pendapatan bruto dari hasil panen sawit seluas satu hektare hanya sekitar Rp17 juta per tahun.
Sementara, mengembangkan lima ekor sapi dengan investasi sekitar Rp47 juta dapat diperoleh keuntungan bersih sedikitnya Rp17 juta per tahun.
Karena itu, ia menganjurkan para petani sawit di daerah itu agar bergiat mengembangkan hewan ternak sapi secara berkesinambungan.
"Mengembangkan ternak sapi sekarang ini lebih menguntungkan dibanding dengan berkebun sawit di atas lahan seluas satu hektare," katanya.***3***(KR-JRD)
(T.KR-JRD/B/Subagyo/C/Subagyo)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.