"Untuk mewujudkan itu tentunya harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, sebab pengelolaan lingkungan hidup yang bersih dan sehat bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga tanggung jawab bersama," katanya di Medan Senin.
Itu ia katakan saat membuka pelatihan pembuatan kompos metode takakura yang diikuti puluhan warga gang Sehati, Kelurahan Sukaramai I, Kecamatan Medan Area, Medan.
Ia mengatakan seluruh kelurahan harus mencontoh apa yang telah dilakukan pihak kelurahan dan warga di Jalan Sutrisno Gang Sehati Kelurahan Sukaramai I, Kecamatan Medan Area, bekerjasama dengan Konjen Jepang di Medan.
"Selain telah menjadi kawasan ini hijau dan bersih, mereka juga telah memiliki tempat pengelolaan sampah menjadi kompos," katanya.
Menurut dia seluruh sampah yang ada di kawasan Gang Sehati telah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh warga setempah. Sampah organik dijadikan pupuk organik dan telah digunakan untuk memupuk seluruh tanaman milik warga, sedangkan sampah an-organik dijual ke bank sampah sehingga membantu pendapatan warga.
"Jadi saya minta setiap kelurahan wajib memiliki tempat pengelolaan sampah menjadi kompos," katanya.
Untuk itu ia menyambut baik dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Konsul Jenderal Jepang di Medan yang telah mendatangkan tenaga ahli dari Kota Kitakyushu, Jepang guna memberikan pelatihan dalam pengelolaan sampah menjadi kompos yang baik dan benar.
Pelatihan yang diberikan ini merupakan bagian penting dari usaha yang berkelanjutan untuk memelihara dan meningkatkan kebersihan kota, sekaligus menjadi kebersihan sebagai nilai-nilai budaya masyarakat kota.
"Artinya, penanganan sampah yang dilakukan harus secara baik dan berwawasan lingkungan dalam rangka mewujudkan kualitas lingkungan hidup yang lebih baik lagi," katanya.
Konjen Jepang di Medan Yuji Hamada dalam kesempatan yang sama mengatakan sampah di Jepang saat ini tidak hanya diolah menjadi kompos saja tetapi bahan pembuatan tekstil.
"Dasi yang saya pakai ini merupakan hasil daur ulang dari sampah," katanya.
Atas dasar itulah, lanjutnya, dia ingin membantu Pemkot Medan dalam mengatasi masalah sampah dengan mendatangkan tenga ahli dari Kota Kitakyushu, Jepang. Sebab, kota itu terkenal akan keberhasilannya dalam pengelolaan sampah, salah satunya dengan menggunakan metoda Takakura.
Ia menjelaskan Takakura merupakan orang yang menciptakan keranjang sakti untuk tempat pengelolaan sampah menjadi kompos. dan atas karyanya itu "keranjang sakti" itu disebut keranjang Takakura.
Hamada menerangkan, keranjang sakti Takakura adalah suatu alat pengomposan sampah organik untuk skala rumah tangga dengan bentuk yang praktis. Selain itu bersih dan tidak berbau sehingga sangat aman digunakan di rumah. Keranjang tersebut mampu mengolah sampah organik di rumah tangga dengans angat baik.
Sampah organik setelah dipisahkan dari sampah lainnya, diolah dengan memasukkan sampah organik tersebut ke dalam keranjang sakti Takakura.
Bakteri yang terdapat dalam starter kit pada keranjang Takakura akan menguraikan sampah menjadi kompos, tanpa menimbulkan bau dan tidak mengeluarkan cairan.***4***
(T.Juraidi/B/M. Taufik/M. Taufik) 11-02-2013 20:16:19
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.