"Hasil identifikasi terhadap lebih 20 parameter yang diteliti menunjukkan, telah terjadi pencemaran sedang terhadap air di lokasi pariwisata Danau Toba," kata Kepala BLH Sumatera Utara, Dr Ir Hidayati MSi di Parapat, Kabupaten Simalungun, Senin.
Dikatakannya, kondisi "cemar sedang" terjadi pada beberapa daerah yang terletak di pinggiran danau, sementara beberapa lokasi lainnya belum mengalami pencemaran.
Penyebab terjadinya pencemaran pada Danau yang terletak di bagian tengah provinsi Sumatera Utara itu, diduga akibat pembuangan limbah domestik, hotel, pertanian, serta berbagai limbah lainnya di atas baku mutu yang diperbolehkan.
Sebab, kata dia, selain menjadi objek wisata, kini danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara tersebut digunakan juga sebagai tempat budidaya ikan oleh beberapa masyarakat dan sejumlah perusahaan dengan sistem keramba.
Menurut dia, peringatan terhadap semua perusahaan yang memanfaatkan Danau Toba perlu diberikan, agar mereka menunjukkan tanggungjawabnya dalam melakukan pemulihan, sehingga air Danau tersebut bisa diselamatkan.
Danau Toba merupakan satu dari 15 danau yang menjadi target penyelamatan oleh Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Lingkungan Hidup, mengingat Danau terluas di Asia Tenggara tersebut sudah cukup terkenal dalam dunia internasional.
"Perlu adanya tindakan penyelamatan, agar pencemaran air Danau Toba tidak menjadi semakin parah," kata Hidayati. ***3*** (T.KR-JRD) (T.KR-JRD/B/S023/S023) 07-01-2013 15:06:12
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.