Medan (ANTARA) - Keluarga besar PT Antar Lintas Sumatera (ALS) menggelar doa bersama bagi korban kecelakaan bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan (Sumsel), terjadi pekan lalu.
Doa bersama ini bertujuan agar korban kecelakaan, khususnya mereka yang meninggal dunia semoga husnul khotimah, dan masih dirawat di rumah sakit Sumatera Selatan semoga pulih kembali.
"Ini bentuk duka, dan empati para korban musibah di Sumatera Selatan pada Rabu (6/5)," ucap Direktur Utama ALS H Chandra Lubis usai mengikuti doa bersama pimpinan bus ALS, para pemegang saham, karyawan, sopir, kernet, hafidz Quran dan seratusan anak yatim di Kantor Pusat Bus ALS, Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (12/5).
Selain itu, lanjut dia, lewat bacaan Alquran dan doa anak-anak yatim ini diharapkan berbagai cobaan bisa dihindari, sehingga usaha di bidang transportasi ini bisa berkelanjutan.
Chandra juga menyampaikan permohonan maaf, bahwa doa bersama ini baru bisa digelar karena masih fokus mengurus jenazah korban kecelakaan, dan keluarga yang ditinggalkan.
Diketahui, kecelakaan Bus ALS bernomor polisi BK 7778 DL dan truk tangki R6 milik PT Seleraya bernomor polisi BG 8196 QB terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Sumatera Selatan, Rabu (6/5) pukul 12.00 WIB.
Personel Polres Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, mengerahkan 16 kantong jenazah korban kecelakaan yang meninggal dunia di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang pukul 05.10 WIB.
"Kami berkoordinasi terus dengan pihak kepolisian, rumah sakit, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait lainnya," katanya.
Chandra juga mengakui, musibah yang terjadi ini menjadikan pelajaran berharga bagi pihaknya, dan ke depan ALS dapat lebih baik lagi dalam melayani masyarakat.
Pihaknya juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara karena memberikan bantuan materi dan moril selama proses evakuasi serta perawatan korban kecelakaan.
"Para korban mendapatkan asuransi dari PT Jasa Raharja, dan kami pihak ALS tentu juga bertanggungjawab dengan memberikan santunan bagi para korban ini," tegas Chandra.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026