Mantan Pangkostrad itu meyakinkan bahwa PLB itu tidak akan merugikan masyarakat. Sebab Pertamina sudah menegaskan hal itu kepadanya saat bertemu belum lama ini.
"Itukan mereka sudah ada tawar dengan saya, yakinkan kalian aku tak akan merugikan rakyat ku. Aku kan bos nya rakyat-rakyat ini, bukan urusan Pertamina," katanya di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Jumat (26/11).
Baca juga: Gubernur minta maaf karena belum bisa sejahterakan guru di Sumut
Karena komitmen Pertamina itu pula, menurut Edy, ia menilai PLB menguntungkan masyarakat. "Selama Pertamina itu bisa menanggung rakyatku tak rugi, saya acc itu, untung apa, langit ini menjadi biru," katanya.
"Terus bagaimana dengan premium, harganya sama dengan premium, kalau sama dengan premium kenapa tak kita pake itu, itulah saya kejar itu Pertamina, tapi itu dia jawabannya saya terima itu," sambungnya.
Dengan adanya program tersebut, Edy menilai sah-sah saja Pertamina menghapus BBM jenis premium.
"Yang pasti premuim hilang gantinya harus ada, yang harus lebih baik, harganya sama. Kalau tak sama aku tak mau itu," ucapnya mengakhiri.
Pewarta: Andika SyahputraEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.