Sementara dari Istana Negara Jakarta, Presiden Joko Widodo menyerahkan DIPA dihadapan wakil Presiden Ma’ruf Amin, Ketua DPR RI Puan Maharani dan para Menteri, sementara penyerahan kepada para kepada daerah dilaksanakan dari masing–masing wilayah melalui vidcon.
Presiden Jokowi menyampaikan menurutnya di Tahun 2021 Indonesia masih menghadapi ketidakpastian ekonomi, sebab ekonomi global juga penuh ketidak pastian.
Baca juga: Polisi Langkat sudah periksa 45 saksi dalam kasus tiga anak hilang di Salapian
Untuk itu, Ia meminta para menteri, kepada lembaga dan daerah melakukan reformasi anggaran, sehingga dapat menggerakan ekonomi daerah dan nasional.
“Manfaatkan APBN dan APBD dengan cermat, efektik dan tepat sasaran. Semuanya harus dibelanjakan untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Sembari menyampaikan, bahwa APBN di tahun 2021, pemerintah mengalokasikan belanja senilai Rp.2.750 Triliun atau tumbuh 0,4 persen dibandingkan alokasi belanja pada tahun 2020.
Terfokus kepada empat hal, yakni penanganan kesehatan, perlindungan sosial, pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.
Sementara itu Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin mengaku siap untuk melaksanakannya serta siap mendukung secara penuh segala program pusat.
“Presiden Jokowi pasti menginginkan rakyat Indonesia sejahtera dan maju, melalui program kerjanya. Jadi kita harus mendukungnya secara maksimal,” pungkasnya.
Pewarta: H.Imam FauziEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.