Langkat, (Antaranews Sumut) - Kepala Kepolisian Resort Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, meminta seluruh ormas Islam maupun warga untuk tetap menjaga kondusifitas daerah ini, pihaknya akan berusaha untuk mengungkap pelaku pembakaran Al Quran.

Hal itu disampaikan Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan SIk, di Stabat, Rabu, dihadapan puluhan organisasi Islam yang berkumpul di aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Kapolres menjelaskan Senin (24/12), telah terjadi pembakaran 20 mushaf Al Quran dimana 18 terbakar sementara dua lagi belum sempat terbakar. Dimana pembakaran tersebut dilakukan disekitar Masjid Nurul Huda Kelurahan Paya Mabar Kecamatan Stabat.

"Sudah ada 10 orang saksi yang dipanggil sekaligus dimintai keterangannya tentang kejadian itu guna pengungkapan kasus," katanya.

Pihaknya juga belum bisa memberikan gambaran tentang siapa pelaku pembakaran mushaf Al Quran itu, yang sebelumnya dipergunakan untuk proses belajar di Taman Pembacaan Al Quran.    

Untuk itu, kepada seluruh Ormas Islam mohon kerjasamanya untuk memberikan informasi kepada polisi. Mari juga kita bersama-sama menciptakan situasi yang aman, sejuk, nyaman, tentram, agar daerah ini tetap kondusif, katanya.

"Percayakan penanganan kasus tersebut kepada aparat polisi, jangan terpancing diair keruh yang coba mengganggu stabilitas menjelang pilpresdan pileg ini," harapnya.

Asisten Pembangunan Ekonomi dan Sosial Pemerintah Langkat Hermansyah menyampaikan kita menginginkan suasana yang kondusif dan menyikapi masalah ini dengan arif dan bijaksana. Juga menyikapi halini dengan rasa keadilan.

UNtuk itu, diminta kepada aparat Polres Langkat mengusut hal tersebut, kita serahkan hal ini kepada polisi agar bisa diungkap secepatnya siapa pelaku, dalang maupun aktor intelektualnya, katanya. 
 

Pewarta: H.Imam Fauzi
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026