Medan (Antaranews Sumut) - Syekh H Ghazali An Naqsyabandi meminta umat Islam dalam Pemilihan Presiden 2019 memilih calon Presiden RI yang benar-benar dapat berlaku adil terhadap kaum muslimin. 
      
"Bangsa Indonesia tentunya berharap Presiden mendatang beserta jajarannya merupakan pemimpin yang amanah. Pemimpin yang dapat menyeimbangkan kepentingan semua umat beragama di Indonesia secara proporsional,"ujarnya di Deliserdang, Sumut, Minggu.

Dia mengatakan dalam acara Haul ke-16 Guru Besar Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis Tanjung Morawa, Saidi Syeikh H. Amir Damsar Syarif Alam selaku pendiri Thareqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis Tanjung Morawa Silsilah ke 35

Menurut Syekh Ghazali, Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 2019  harus memegang teguh amanah rakyat dan bertindak adil serta menjalankan UUD 45 dengan konsekwen. 

"Presiden harus bisa mengangkat derajat dan martabat bangsa dan negara Indonesia di mata dunia," ujar Guru Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis Tanjung Morawa, Syekh H. Ghazali An Naqsyabandi

Syekh Ghazali menyebutkan, umat muslim harus bekerja keras untuk mencari rezeki yang diridhoi Allah SWT.

"Tingkatkan ilmu dan raih pendidikan setinggi-tingginya sesuai ajaran Islam demi kemajuan umat Islam dan Indonesia,"katanya.

Dia menegaskan, kaum muslimin harus bersatu dalam menghadapi serangan-serangan golongan yang anti Islam di Indonesia.

Termasuk dari golongan-golongan yang ingin merusak aqidah umat Islam, dan golongan-golongan orang yang ingin merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Adapun bagi para anggota DPR RI dan DPRD, Syekh Ghazali mengimbau agar juga melaksanakan amanah rakyat dengan benar dan jujur dan berpegang teguh kepada undang-undang dan norma-norma yang berlaku.

"Agar semua tetap dalam ridho Allah, umat muslim harus membudayakan  dzikir termasuk  dalam hati.Wahai umat Islam, siapapun kamu, apapun jabatan agar hati tenteram berdzikir,"katanya.

Hati yang tenteram, katanya, akan membawa  kebenaran Al Hagg, kebenaran abadi yang datang dari Allah SWT.

Dia menyebutkan, dewasa ini sebagian besar rakyat Indonesia mengalami keprihatinan yang sangat mendalam. 

Keprihatinan yang menimpa rakyat Indonesia tidaklah datang begitu saja tanpa ada sebab.

"Bahkan banyak juga rakyat merasa prihatin karena berkembang dengan suburnya paham-paham agama yang tidak sesuai dengan Alquran dan hadist dengan semakin banyak dan terang-terangan,"katanya.
 

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026