Rapat Akhir Perencanaan yang berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 27 s/d 29 maret 2018 tersebut dibuka langsung oleh Kasubdit Siaga dan Latihan, Nanang Sigit P.H., S.IP., M.M mewakili Direktorat Kesiapsiagaan Basarnas.
Dalam rapat antara ke-2 negara tentangga ini. Bertujuan untuk membahas tentang finalisasi rencana latihan seperti pembahasan draft LoA (Letter of Agreement) SAR
Maritime dan Aviation (konsep surat perjanjian Pencarian dan Pertolongan pada musibah Pelayaran dan Penerbangan) serta SOP (Standard Operational Procedure) SAR(Search and Rescue) Malindo (Malaysia – Indonesia).
Rencanannya akan diselenggarakan pada tahun 2018, khususnya penanganan musibah pelayaran dan penerbangan terjadi diwilayah perairan perbatasan Selat Malaka Indonesia dan Malaysia.
Dalam Rapat Akhir Perencanaan (Final Planning Conference) latihan SAR Malindo. Selain dihadiri Perwakilan Basarnas turut dihadiri delegasi dari negara Malysia dan perwakilan Mabes TNI ikut serta mendukung jalannya rapat tersebut.
Ketua KK SAR Malindo Indonesia Didi Hamzar, mengatakan, melalui diskusi yang telah dilakukan sepanjang penyelenggaraan rapat, telah berhasil digali dan dihimpun berbagai masukan.
Serta kontribusi pemikiran dari para peserta rapat sekaligus juga disampaikan berbagai permasalahan yang terjadi selama pelaksanaan latihan SAR Malindo.
"Saya mengharapkan kiranya seluruh materi yang dihasilkan sebagaimana rukusan , dapat menajdi komitmen bersama untuk ditindaklanjuti dan dilaksanakan sebaimnya oleh semua pihak terkait dalam penyelenggaraan Latsar malindo ke-39/2018 yang akan datang," katanya.
Pewarta: Raden SalimaEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.