Berdasarkan pengalaman dan data beberapa pemilihan sebelumnya, Betty menyebutkan, persentase warga yang tidak memberikan hak suara di kabupaten itu di atas 20 persen. Hal itu terjadi dalam kurun waktu sejak 2010 hingga 2015.
"Angka golput lebih dari 20%. Namun demikian, persentase partisipasi masyarakat Labura dalam mengikuti pemilu legislatif tahun 2014 tertinggi di Sumatera Utara, yaitu 79,93% dari jumlah pemilih 243.105 orang," katanya.
Lebih lanjut ia menerangkan, tingkat partisipasi masyarakat Labura pada pilkada tahun 2010 sebesar 72,99%, pemilihan gubernur tahun 2013 sebesar 63,29%, pemilihan presiden tahun 2014 sebanyak 69,79% dan pilkada tahun 2015 sebanyak 73,38%.
Karena itulah, wanita yang memimpin KPU Labura itu berharap, masyarakat yang berhak memilih pada pemilihan Gubernur/Wakil Gubsu pada 27 Juni 2018 mendatang banyak yang menggunakan haknya.
Sebagai informasi, karena tingginya partisipasi pemilih dalam beberapa pemilu di kabupaten bermotto Basimpul Kuat Babontuk Elok itu, KPU Labura merupakan salah satu dari sedikit lembaga penyelenggara pemilu yang dibentuk rumah pemilih.
Pewarta: SukardiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.