Pengembangan pembangunan RSUD Pandan ini harus diseriusi, sehingga masyarakat penyandang cacat bisa terlayani dengan baik di Rumah Sakit Kebanggan masyarakat Tapteng ini. Kata Jannes Maharaja.Pandan, 11/10 (Antarasumut)- Rumah Sakit Umum Daerah Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Bidang Seksi Ortetik dan Prosterik menjalin kerjasama dengan pengusaha untuk membantu peralatan yang dibutuhkan oleh pasien difabel .
Penyerahan bantuan itu dilangsungkan di RSUD Pandan, Rabu (11/10) yang dihadiri oleh Bupati Tapteng yang diwakili Asisten I, Antonius Simanjuntak, Direktur RSUD Pandan para pengusaha yang bersedia membantu dan juga pihak yayasan dari Rehabilitasi Bersumber Masyarakat (RBM) Efata dan perwakilan difabel.
Kasi Ortetik RSUD Pandan, Siska Hutagalung dalam laporannya menjelaskan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan kegiatan yang pertama kali digelar oleh RSUD Pandan, dan diharapkan kegiatan yang serupa dapat berkelanjutan kedepannya.
“Kami berterimakasih kepada para pengusaha yang sudah bersedia untuk berbagi dan peduli dengan kondisi saudara kita yang membutuhkan perhatian khusus. Dan kegiatan ini terlaksana berkat kegiatan Diklat Pim yang saya ikuti.
Dan sebagai bukti hasil dari kegiatan tersebut, saya mencoba melihat kondisi para kaum difabel yang ada di Tapteng ini, yang sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari para donatur dan juga pengusaha.
Untuk tahap pertama ini ada tiga pengusaha yang sudah berkenan membantu, diantaranya bapak Jannes Maharaja, ST, MM selaku pemilik Bina Swalayah Pandan dan Property Sibuluan Bisnis Center, PT Nauli Sawit, dan juga PT Bank Sumut Cabang Pandan.
Atas bantuan para donatur kami mengucapkan terimakasih dan kiranya kegiatan ini menggugah pengusaha yang lain untuk saling berbagi,â€kata Siska, seraya menjelasakan alat bantu yang disumbangkan seperti tongkat kaki, alat bantu dengar, dan juga tongkat penuntun kepada orang yang buta.
Sementara itu mewakili pengusaha Jannes Maharaja dalam sambutannya mengatakan, bahwa secara umum di Indonesia kaum difabel masih kurang diperhatikan, berbeda di negara-negara maju yang sangat peduli dan memberikan perhatian khusus bagi kaum difabel.
Diharapkan sosialisasi seperti ini dapat diteruskan kepada pengusaha yang ada di Tapteng, karena cukup banyak perusahaan di Tapanuli Tengah. Dengan adanya sosialisasi itu, maka para pengusaha bisa tergerak hatinya untuk membantu.
“Kami juga berharap kepada pemerintah agar pengembangan rumah sakit pandan ini semakin ditingkatkan, sehingga masyarakat penyandang difabel ini bisa terlayani dengan baik. Dan kami juga mengharapkan kepada Bupati Tapteng agar melibatkan pihak swasta didalam program pembangunan Tapteng. Kalau bukan kita siapa lagi,â€sebut Jannes.
Pewarta: JasonEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.