Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, terus memperkuat perannya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan Ramadan mengatakan pelatihan kerja itu juga merupakan salah satu upaya pemerintah kota setempat untuk menekan angka pengangguran di wilayah itu.
"Kami terus bergerak agresif untuk menekan angka pengangguran melalui program pelatihan kerja dan peningkatan produktivitas," ujar Ramadan pada pembukaan Pelatihan Kerja di BBPVP Medan, Senin.
Ia mengatakan pelatihan kerja tersebut berfokus pada kepastian penyerapan lulusan dunia industri dan perluasan inklusivitas sosial.
Ramadan menjelaskan kegiatan tersebut diikuti 100 peserta yang terbagi dalam lima paket pelatihan seperti pelatihan barista yang diikuti khusus penyandang disabilitas, pelatihan alat berat, pelatihan safety riding dua pake, dan pelatihan tata kecantikan.
Nantinya, kata dia, seluruh peserta yang lulus bakal mengantongi legalitas profesional, mulai dari sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Surat Izin Operasional (SIO), hingga Surat Izin Mengemudi (SIM) yang relevan dengan keahliannya.
"Pelatihan itu dimulai hari ini, jadi setiap pelatihan bermacam-macam durasi waktunya, ada yang tujuh hari dan 18 hari," kata dia.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh peserta agar ilmu yang diajarkan dapat diimplementasikan di dunia kerja sehingga menekan angka pengangguran.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas dalam kesempatan yang sama mengatakan pemerintah yang dipimpinnya berkomitmen menciptakan ruang kerja yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kekurangan fisik bukan penghalang, semua warga Medan punya hak dan talenta yang sama untuk sukses. Pelatihan ini juga melibatkan kawan kawan difabel kita," ujar Rico Waas.
Pewarta: Anggi Luthfi PanggabeanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.