Terbangunnya sinergitas antara pengusaha dan penguasa apalagi ditopang pihak Perbankan akan dapat mewujudkan sebuah program pembangunan yang berkelanjutan kedepanSipirok, 4/8(Antarasumut)-Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Padangsidimpuan-Padang Lawas Utara menggelar Pendidikan dan Pelatihan pertama di Tor Sibohi Hotel, Sipirok, Jumat.
Ketua panitia M.Latif Kahfi Diklat dalam laporannya mengatakan Diklat yang diikuti 52 peserta pengusaha muda dua daerah itu akan berlangsung dari Tanggal 4-6 Agustus 2017.
"Sesuai tema tujuan dari kegiatan ini yaitu membangun pengusaha muda yang kreatif dan berdaya saing membangkitkan ekonomi daerah"katanya.
Sementara kedua Ketua DPC Hipmi Padangsidimpuan dan Padang Lawas Utara Muhammad Iqbal Harahap dan Muhammad Yusuf Pasaribu sepakat bahwa pengusaha dan penguasa harus dapat bersinergi dalam rangka mewujudkan peningkatan ekonomi daerah.
"Melalui Diklat ini Hipmi akan berupaya dan berusaha agar bagaimana pengusaha muda daerah bisa tampil mengisi pembangunan daerah yang penuh kreatif, inovatif dan mandiri,"sebut keduanya.
Semantara Ketua DPD Hipmi Provinsi Sumut Akbar Bukhori Himawan dalam sambutannya Diklat Hipmi Cabang pertama yang dibuka Wali Kota diwakili Assisten III Abd.Rosyad Lubis tersebut menyebut kemitraan antara pengusaha dan penguasa harus bisa terjaga.
"Terbangunnya sinergitas antara pengusaha dan penguasa apalagi ditopang pihak Perbankan akan dapat mewujudkan sebuah program pembangunan yang berkelanjutan kedepan,"terangnya.
Dia juga berharap rekomendasi hasil Diklat selama tiga hari tersebut dapat Hipmi sampaikan kepada Pemerintah Daerah masing-masing demi berjalannya program organisasi tersebut.
Hadir diacara ini unsur Pemkab Tapanuli Selatan, Pemkab Paluta, Pemko Padangsidimpuan, Unsur Dandim 0212/TS, Polres Tapanuli Selatan, PT.Bank Sumut Pasar Saham, akademisi, PWI Tabagsel, KNPI, HMI, dan puluhan anggota DPC Hipmi kedua daerah Padangsidimpuan dan Paluta.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.