Warga dari Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, Jumat, mengaku tidak memiliki alternatif lain, selain mengikuti harga jual dari pedagang daging untuk keperluan perayaan hari pertama Lebaran, apalagi kenaikan harga terjadi tiap tahunnya.
Sementara itu upaya dan imbauan dari Pemerintah terkait penetapan harga jual belum ditanggapi para distributor dan pedagang daging.
"Ya sudah semacam tradisi keluarga, usai menunaikan puasa panjang menyuguhkan makanan yang enak-enak," kata Rismawati Siregar (37), warga Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.
Warga juga memperkirakan harga daging akan terus naik terutama satu hari menjelang hari Lebaran dengan harga Rp160.000 sampai Rp170.000
Pembeli dari dua daerah bertetangga itu memadati sejumlah kios pedagang daging di Pasar Dwikora Parluasan dan Pasar Horas yang keduanya berada di Kota Pematangsiantar dengan jarak kira-kira 800 meter, terutama kios UD Muda Lekerkam.
Sutini (54) warga Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun mengatakan, mutu daging di kios milik Hendri Sinambela itu terjamin, bagian-bagian daging dipisahkan sehingga pembeli banyak pilihan dan timbangan tidak berkurang.
Pewarta: WaristoEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.