Lelaki berusia 75 tahun kelahiran 1942 kepada Antarasumut disela-sela relokasi ratusan makam dari areal lahan pemerintah, di sekitar wilayah Janji Mauli, Senin.
Perhatian itu seperti dibangunnya bale (semacam saung dengan gaya bangunan adat setempat) sebagai lokasi peristirahatan terakhir sesuai bentuk asli yang ada pada makam lama, permanen dan di keramik.
"Bale itu dimana dimakamkannya kembali tulang belulang dari keluarga besar bermarga Siregar, bermarga Pohan, makam keluarga besar Simatupang," sebutnya.
Lelaki yang sudah menetap 23 tahun di Desa Janji Mauli itu juga mengaku bahwa makam dua anak kandungnya sereta keluarga dekatnya juga sudah terlebih dahulu dipindahkan dari lahan dengan difasilitasi pemerintah juga.
"Secara pribadi saya menilai usaha dan upaya dan perhatian Pemkab Tapanuli Selatan dirasa sudah cukup,"katanya.
Dengan selesainya relokasi makam tersebut ia berharap masyarakat desa Janji Mauli dapat bersatu, kompak seperti sedia kala.
"Yang lalu biarlah berlalu, terpenting marilah kita bangun silaturrahmi dengan menjaga kekompakan dengan membangun semangat baru,"imbaunya.
Tambah rasa persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga guna menghindari hasutan negatif yang pada akhirnya merugikan diri sendiri bahkan kelompok masyarakat.
Senada dengan apa dikatakan salah satu tokoh masyarakat Janji Mauli Zonner Simanjuntak (59) yang mengatakan sepanjang itu baik dan tidak semena-mena kebijakan pemerintah haruslah didukung.
"Saya sudah tidak was-was lagi karena makam kakek, kedua orangtuanya dan saudara-saudaranya sudah direlokasi lebih dahulu ke makam yang baru atas fasilitas pemerintah,"kata mantan pejabat Kades Janji Mauli itu.
Dikatakan Zonner hikma dari perpindahan makam menjadikan tata letak makam keluarga besar tidak lagi bercerai berai dalam arti setelah dipindahkan makamnya sudah saling berdekatan.
"Kiranya di pemakaman yang baru itu arwah kedua orangtua dan saudara semua lebih semakin 'tenang' disana,"kata Zonner yang lebih 15 tahun menjabat Sekretaris Desa Janji Mauli.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.