Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting di Medan, Senin, mengatakan sistem pengamanan itu disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan pada malam tahun baru.
Ia mencontohkan kemungkinan adanya unjuk rasa, peristiwa kebakaran, kejadian kecelakaan lalu lintas dalam skala besar, dan pencurian dengan kekerasan.
Dalam sistem pengamanan kota tersebut, akan banyak pihak yang terlibat seperti Polri, TNI, Pemprov Sumut, dan pemangku kepentingan lainnya.
Untuk mematangkan pola pelaksanaan sistem pengamanan kota tersebut, Polda Sumut akan menyelenggarakan simulasi pada Rabu (28/12) pagi di Lapangan Merdeka dan Lapangan Benteng Medan.
Latihan dan simulasi sistem pengamanan kota tersebut akan diawali dengan apel gabungan bersama TNI/Polri dan pihak-pihak yang terlibat yang dipimpin oleh Gubernur HT Erry Nuradi, Kapolda Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, dan Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung.
Disebab banyak pihak yang dilibatkan dalam latihan dan simulasi tersebut, kemungkinan akan terjadi kemacetan arus lalu lintas di beberapa titik di Kota Medan, terutama seputaran ruas jalan di sekitar Lapangan Merdeka dan Lapangan Benteng.
Masyarakat diharapkan dapat memaklumi kemacetan lalu lintas yang terjadi, termasuk mencari solusi agar tidak terjebak dalam kemacetan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Medan atas ketidaknyamanan yang akan terjadi," katanya.
Pewarta: Irwan ArfaEditor : Tengku Amri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.