"Saya harap ini menjadi perhatian Pemerintah Daerah, bagaimana menata objek wisata yang bisa memberikan kenyamanan pengunjung," katanya.
     Samosir, 14/12 (Antarasumut) - Pengunjung di objek wisata Makam Raja Sidabutar di kawasan Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, berharap Pemerintah Daerah lebih menata kawaan itu demi kenyamanan berwisata.
     "Terlalu banyak pedagang suvenir di kanan kiri jalan masuk, jadinya terkesan tak tertata," kata Marno (50 tahun) warga Kota Pekanbaru, Rabu.
     Marno menceritakan, kondisi ketidaknyamanan itu mulai dirasakan saat sandar di pelabuhan umum Simanindo.
      Dia mengaku tidak bisa melakukan aktivitas jalan-jalan sambil menikmati keindahan pantai Danau Toba atau alam sekitarnya.
     "Seolah-olah kita langsung diarahkan ke Makam Sidabutar melihat Patung Sigale-gale, setelah itu pulang," kata Marno.
       Dia sangat menyayangkan kunjungan ke objek wisata itu jadinya pakai hitungan jam, karena tidak ada lagi yang bisa dinikmati.
     Menurut H Damanik (52 tahun) warga Kabupaten Simalungun, seharusnya pengunjung bisa lebih menikmati keindahan Danau Toba dari lokasi Makam Sidabutar.
      Jika pandangan tidak terhalang kios-kios para pedagang suvenir, saya kira pemandangan dari Makam Sidabutar cukup menarik.
      "Saya harap ini menjadi perhatian Pemerintah Daerah, bagaimana menata objek wisata yang bisa memberikan kenyamanan pengunjung," katanya.




Pewarta: Waristo
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026