Dukungan itu diwujudkan dengan melakukan penanaman 10.000 pohon mangrove di Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan dan kawasan Yong Tanah Hijau, Kecamatan Medan Marelan, Selasa.
Dalam penanaman 10.000 bibit pohon mangrove tersebut, Pertamina melibatkan Rumah Zakat, Badan Lingkungan Hidup Kota Medan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).
Dalam penanamam bibit mangrove itu, Operation Head Terminal BBM Medan Group Yardinal mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk tanggung jawab lingkungan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I.
Penanaman bibit pohon mangrove itu merupakan program tanggung jawan sosial perusahaan (coorporate social responsibilty/CSR) yang diinisiasi dari Terminal BBM Medan Group dan diberikan kepada kelompok masyarakat sekitar.
Pihaknya memilih untuk menanam pohon mangrove sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam upaya melindungi keanekaragaman hayati.
"Mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat penting sebagai pelindung habitat biota laut dan pesisir serta mengurangi abrasi dan sedimentasi yang berdampak buruk bagi ekosistem alam," katanya.
Penanaman mangrove tersebut juga bagian dari pelestarian keanekaragaman hayati dan program konservasi hutan mangrove yang diharapkan dapat memberi nilai tambah dari segi ekonomis bagi masyarakat.
Ketua Rumah Zakat Kota Medan Budi Syahputra mengatakan, bibit pohon mamgrove tersebut ditanam di berbagai lahan kritis yang ada di pinggiran pantai di Belawan.
Setelah ditanam, bibit pohon mangrove tersebut diharapkan terus dijaga agar dapat berkembang dengan baik sehingga mampu membawa pengaruh positif bagi kawasan pantai di Belawan.
"Pohon ini baru dapat dinilai berhasil setelah (berusia) tiga tahun," katanya.
Pewarta: Irwan ArfaEditor : Fai
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.