"Tahun 2016 ini, kunjungan wisman dipastikan masih melemah sebagai dampak krisis global. Kalaupun ada peningkatan, diperkirakan baru terjadi mulai tahun 2017," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut Solahuddin Nasution di Medan, Kamis.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, kata dia, menunjukkan penurunan kunjungan wisman tahun 2016 ada sebesar 11,89 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebanyak 154.287 orang.
Menurut dia, promosi Danau Toba yang sedang gencar dilakukan pemerintah pusat, Pemprov Sumut, dan kabupaten di sekitar danau itu baru akan dirasakan manfaatnya beberapa tahun ke depannya.
"Masih perlu kerja keras mendorong kunjungan wisman ke Sumut," katanya.
Apalagi, kata Solahuddin, dampak negatif krisis global masih dirasakan hingga tahun ini.
Dia menegaskan, sepanjang pemerintah masih komitmen memajukan kepariwisataan, antara lain dengan meningkatkan infrastruktur khususnya jalan dan akses menuju objek wisata, maka kunjungan wisman Sumut diyakini bergerak pulih kembali atau minimal seperti di era tahun 90-an.
Pada era itu, kunjungan wisman Sumut bisa mencapai 500 ribuan orang.
Kabid Statistik Produksi BPS Sumut Bismark SP Sitinjak mengatakan, hingga Agustus, hampir semua negara mengalami penurunan kedatangan ke Sumut.
Hanya dari Republik Rakyat Tingkong (RRT), Inggris, dan Amerika Serikat yang mengalami kenaikan.
Adapun persentase penurunan kedatangan terbesar berasal dari negara Malaysia yakni sebesar 19,59 persen.
Pewarta: Evalisa SiregarEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.