Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Medan, Rabu, mengatakan, kegiatan tersebut diikuti pemuka agama Islam, Kristen, Hindu, dan Budha yang ada di Sumut.
Dalam kegiatan itu, ditampilkan berbagai upaya untuk mengajak seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Untuk pemuka agama Islam, kegiatan dilaksanakan di Masjid Alhidayah Mapolda Sumut. Sedangkan bagi pemuka agama lain diselenggarakan di Aula Tribrata.
Selain pemuka agama, kegiatan itu juga diikuti sejumlah bhayangkara pembina kamtibmas (bhabinkamtibmas) dari seluruh polres di jajaran Polda Sumut.
Ketika membuka kegiatan itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Raden Budi Winarso mengatakan, kegiatan itu bagian dari upaya mewujudkan institusi Polri yang poofesional, modern, dan terpercaya dalam mengelola situasi kamtibmas.
Pihak kepolisian akan selalu mengerahkan upaya maksimal untuk menjaga situasi kamtibmas yang cukup kondusif selama ini.
Selain bagian dari tugas, upaya itu juga diperlukan karena Sumut merupakan salah satu barometer keamanan di Indonesia dengan penduduk yang heterogen, baik suku mau pun agamanya.
Salah satu upaya yang sangat penting dilakukan untuk menjaga kondusifitas di Sumut itu adalah dengan terus menggelorakan semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Dengan demikian, konflik sosial dan berbau SARA seperti yang sempat terjadi di Karo, Tanjungbalai, serta perbatasan Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan tidak terulang lagi.
Pemuka agama, baik dari Islam, Kristen, Hindu, mau pun Budha memiliki peranan penting untuk menjaga dan meningkatkan kamtibmas yang kondusif di tengah masyarakat.
Pihaknya juga melibatkan bhabinkamtibmas yang merupakan garda terdepan dalam menjaga situasi karena berhadapan langsung dengan masyarakat.
Kapolda berharap perlombaan tersebut dapat meningkatkan profesionalisme seluruh bhabinkamtibmas untuk menjaga dan meningkatkan situasi kamtibmas yang kondusif di Sumu.
Pewarta: Irwan ArfaEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.