Panyabungan, 21/9 (antarasumut) – Sejak Indonesia merdeka hingga saat ini kondisi masyarakat yang berdomisili di desa Aek Nabara (Aek Gorsing), Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal masih dalam keterisoliran.

Selain jauh dari pusat  ibukota kecamatan para warga yang berpenduduk 24 Kepala Keluarga tersebut  juga belum dapat menikmati fasilitas-fasilitas infrastruktur,  baik   pendidikan maupun kesehatan.

Yang paling menyedihkan jikalau para warga sakit para warga hanya berobat ke dukun dengan menggunakan daun-daunan sebagai obatnya.

Hingga saat ini kondisi jalanuntuk menuju desa yang sudah ada sejak zaman Belanda ini  sangat mengkhawatirkan.

“Dengan melewati jalan setapak , sekitar 6 jam perjalananlah jika berjalan kaki  menuju desa kami,” ujar Sahrin Nasution warga desa setempat  kepada ANTARA, Rabu.

Sahrin menyebutkan, sejak jalan yang direncanakan nantinya menjadi jalan Lintas Timur Pagur-Hapung ini dibuka hingga sekarang kondisinya  porak poranda diakibatkan banyaknya badan jalan yang longsor sehingga mengakibatkan  jalan menjadi semakin mengecil.

Akibatnya para warga  harus mengeluarkan biaya hidup yang tinggi untuk dapat bertahan hidup ditengah belantara Aek Gorsing.

“Jika hendak mengangkut bahan-bahan pokok seperti beras dan kebutuhan lainnya  kami terpaksa mengeluarkan biaya yang tinggi, yakni menggunakan jasa ojek biasanya Rp.100.000 per tripnya itupun kalau tidak hujan, kalau hujan bertambah dua kali lipat lagi” sebut Sahrin.

Begitu juga didalam pengangkutan bahan-bahan  yang dibutuhkan didalam pembangunan seperti halnya dengan pembangunan fisik yang bersumber dari  Dana Desa seperti sekarang ini.  Selain material pasir, batu, dan kerikil didalam pengangkutannya juga harus mengeluarkan biaya yang tinggi.

“Jika harga semen misalnya Rp.65.000.- kami harus mengeluarkan biaya pengangkutan lagi Rp.100.000.- kepada tukang ojek, itupun hanya orang-orang tertentu yang bisa ke sana mengantarkan barang baru sampai dilokasi,” ujarnya

Mengingat selama ini air sungai yang ada didekat desa tersebut  sering meluap hingga memasuki pemukiman penduduk  ditahun 2016 ini desa tersebut mengalokasikan anggaranDana Desa sebesar Rp.272.000.000.- untuk pembuatan dek bronjong sepanjang  450 meter.

Didalam membangun desa tersebut banyak kendala yang dihadapi para warga selain kondisi medan yang sulit apalagi pada musim penghujan tiba membuat  biaya pengangkutan bahan pokok dan bahan bangunan menjadi  meningkat dua kali lipat dari semestinya.

“ Atas kondisi inilah kami mengharapkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal agar sesegera mungkin melanjutkan perbaikan jalan dan  melakukan pembukaan jalan baru hingga Hapung Kabupaten Padang Lawas Utara sehingga nantinya desa Aek Nabara terlepas dari keterisoliran,” ujar Ketua Badan Perwakilan Desa.Toguan Hasibuan.

Dengan kondisi yang  dialami masyarakat desa Aek Nabara tersebut, Toguan mengkhawatirkan para warga  desa yang berdomisili di Aek Gorsing diprediksinya akan meninggalkan desa tersebut.



Pewarta: Holik
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026