"Jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya, pihaknya berharap Sumut bisa menempati lima besar di PON"Medan, (antarasumut) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara membidik posisi delapan besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX yang digelar 17-29 September 2016 di Jawa Barat.
"Tentunya target itu harus sama-sama kami perjuangkan," kata Ketua KONI Sumut Gus Irawan Pasaribu di Medan, Sabtu, saat pelepasan kontingen atlet Sumut untuk PON Jawa Barat di Aula Martabe, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Sabtu ( 10/9) .
Ia mengatakan, pada PON XVII 2008 di Kalimantan Timur, kontingen Sumatera Utara berhasil menempati peringkat ketujuh dengan raihan 20 emas, 11 perak dan 29 perunggu, sementara pada PON XVIII 2012 di Riau, berhasil masuk delapan besar dengan 15 emas, 19 perak dan 23 perunggu.
Untuk PON kali ini diharapkan para atlet dapat mempertahankan peringkat tersebut, minimal jika tidak dapat tujuh besar dapat mempertahankan apa yang dicapai pada PON 2012 Riau yakni di peringkat delapan besar.
"Kalau tidak bisa tujuh besar, paling tidak bisa delapan besar. Kami harap semua atlet dan pelatih dapat menjalankan misi itu, sehaingga apa yang diharapkan dapat tercapai dan tentunya menjadi kebanggaan bagi kita semua kalau prestasi itu dapat ditingkatkan," katanya.
Sementara Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya, pihaknya berharap Sumut bisa menempati lima besar di PON.
"Jumlah penduduk Sumatera Utara saat ini sekitar 14 juta jiwa yang merupakan terbesar kelima di Indonesia, Seharusnya juga Sumut di PON paling tidak bisa memepati lima besar juga," katanya.
Ketua Kontingen PON Sumut Jhon Ismadi Lubis mengatakan, pada PON XIX di Jawa Barat, Sumut berkekuatan 177 atlet putra, 132 atlet putri, 72 pelatih putra, 5 pelatih putri, manager putra 15 orang, mekanik 3 dan ofisial lainnya 78 orang.
"Total kontingen sebanyak 482 orang. dari 48 cabang olahraga yang dipertandingkan di PON jawa barat, Sumut mengikuti 35 cabang," katanya
Pewarta: JuraidiEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.