Sipirok,28/8(Antarasumut)- Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M.Pasaribu meminta doa dan dukungan elemen masyarakat demi kelancaran pembangunan PLTA Batangtoru bernilai puluhan triliyun itu.

PLTA Batangtoru berkapasitas lebih 510 MW merupakan salah satu sumber energi baru terbarukan mendukung program energi listrik 35 ribu MW secara nasional.

Dia sampaikan saat syukuran sekaligus  sosialisasi pembukaan jalan terkait proyek PLTA, di halaman Bagas Godang, Sipirok, Tapanuli Selatan, Minggu.

"PLTA Batangtoru diyakini akan mampu menjawab krisis listrik di Sumatera Utara, yang akhir akhir ini sering terjadi pemadaman." 

Selain mengatasi krisis listrik, kehadiran PLTA Batangtoru dibawah tanggungjawab PT NSHE itu  akan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Tapanuli Selatan.

"PLTA pasti membutuhkan penyerapan ratusan bahkan bisa ribuan tenaga kerja," kata Syahrul. 

Kedepannya, bendungan yang dibangun sebagai wadah pembangkit listrik tersebut akan menjadi wahana tempat bermain (wisata baru) di Tapanuli Selatan.    

"PLTA Batangtoru investasi jangka panjang hingga ke anak cucu kita," kata Syahrul. Oleh karenanya harus didukung penuh agar pembangunannya berjalan lancar.

Dikatakan, ada sekitar 12 kilometer terowongan pipa akan dipasang dari ujung  bendungan dibangun nantinya, melintasi 3 wilayah kecamatan. 

"Terowongan itu melintasi mulai Kecamatan Sipirok ke Kecamatan Marancar (Huraba) tembus ke Kecamatan Batangtoru (Sipenggeng)," jelas Syahrul.

Pada ujung terowongan di wilayah Batangtoru nantinya dipasang turbin dan 'power house' guna menghasilkan listrik lebih 500 MW itu.

"Harapan saya kegiatan ini dapat berjalan baik, apalagi ini sudah masuk program strategis nasional mendukung energi baru terbarukan 35 MW secara nasional," sebut Syahrul.

Terkait ganti rugi tanah, Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M.Pasaribu mengatakan tidak ada masalah, semua berjalan am$an dan lancar, tentu semua itu kata dia, berkat tingginya dukungan masyarakat.

"Soal pembebasan lebih kurang 600 hektare lahan masyarakat yang ditargetkan sudah rampung mencapai 98 persen, tanpa ada maslah," katanya. 

Dalam pertemuan dengan tokoh tokoh masyarakat selain Bupati dan rombongan pejkabatnya, hadir juga perwakilan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Tapanuli Selatan.

Sedang Raja Luat Sipirok yang hadir Sutan Parlindungan Suangkupun, tokoh adat Haruaya Mardomu Bulung Mangaraja Tenggar, Mangaraja Hurning dan Mangaraja Lintong. 

Raja luat Sipirok Sutan Parlindungan Suangkupon juga meyakini mega proyek PLTA itu akan mampu meningkatkan sekaligus mensejahterakan  masyarakat sendiri.

Bupati Syahrul dan segenap raja raja luat lebih jauh meminta pihak 'owner' selama beraktivitas agar menjaga adat istiadat masyarakat, ekosistem lingkungan (kearifian lokal) dalam rangka menjaga harmonisasi antar sesama.

Raja raja luat Sipirok jauh  berharap agar pihak perusahan banyak menyerap tenaga kerja lokal (daerah) tentu disesuaikan dengan skill masing-masing.

Sementara itu Rizal Kapita, Senior Maneger Sosial Empiro PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) didampingi M Arif Siregar staf Sosial Empiro mengatakan, kegiatan pembukaan jalan PLTA tersebut akan dimulai pada September 2016 mendatang. 

Khusus untuk rekrutmen tenaga kerja akan diprioritaskan putera lokal dan disesuaikan kemampuan.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026