Terus terang, saya miris dan sangat menyayangkan betapa banyak lahan kosong di Tapanuli Selatan yang cukup berpotensi tetapi tidak diberdayakan dengan baik
Sipirok, 23/7(Antarasumut)- Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menjalin kerjasama dengan PT Huta Hayan dibawah binaan Pemkab Tapanuli Utara terkait pengembangan Tapioka.

"Kita sudah jalin komunikasi intensif, dan dalam waktu dekat akan ada MoU," ujar direktur Utama BUMD Tapanuli Selatan, Hamdan Nasution, SP kepada Antara, Sabtu.

Kerjasama itu terbangun setelah kesigapan dan kunjungan BUMD Tapanuli Selatan melihat dari dekat keberhasilan Taput melalui PT Huta Hayan dalam mengembangkan tanaman ubi kayu sebagai bahan bakunya tepung tapioka, kemarin

"Hasilnya cukup positif,  PT. Huta Hayan menyatakan kesediaannya  sebagai konsumen produksi ubi Tapanuli Selatan walau hasilnya  seberapa banyak," kata Hamdan.

Keseriusan BUMD untuk  pengembangan ubi kayu varietas Adira setelah melihat banyaknya lahan-lahan kosong dan yang produktif dan tidak produktif  padahal bisa diolah optimal menjadi sumber masukan dimiliki (masyarakat) Tapsel.

"Terus terang, saya miris dan sangat menyayangkan betapa banyak lahan kosong di Tapanuli Selatan yang cukup berpotensi tetapi tidak diberdayakan dengan baik,"katanya.

Selang dua hari pertemuan dengan pihak PT.Huta Hayan, BUMD Tapanuli Selatan langsung membuktikan keseriusannya dengan eksen dilapangan, meskipun nota kesepakan (MoU) kedua pihak belum ditandatangani.

Saat ini alat berat (zonder)  sudah mulai bekerja dilapangan dengan membajak belasan hekatare area lahan kosong pemerintah di desa Tolang persisnya di sisi ki kanan Jalinsum menuju perkantoran Pemkab Tapanuli Selatan, Sipirok untuk ditanami tanaman ubi kayu.

"Ada belasan hektare lahan kosong yang belum disentuh pemerintah daerah dan bisa untuk diberdayakan atau dijadikan sebagai areal kebun ubi kayu sementara,"kata Hamdan.

Tujuan BUMD, ingin menunjukkan sekaligus memberi contoh ke  masyarakat luas agar mau dan dapat mengolah lahan lahan kosong mereka untuk dimanfaatkan sebagai lahan ekonomi.

"Ditengah persaingan ekonomi cukup ketat saat ini, sudah waktunya masyarakat  merubah pola pikir untuk lebih berkarya, berinovasi secara mandiri dalam rangka peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat,"katanya.

Sebaliknya, dia, menyayangkan  masyarakat yang hanya bergantung hidup pada satu komoditi, padahal masih banyak peluang untuk bisa mengembangkan komoditi lainnya.


Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Fai

COPYRIGHT © ANTARA 2026