Sibolga, 21/6 (Antarasumut)- Terhitung 1Juni kemarin, pemerintah telah mencabut subsidi bagi 12 golongan pelanggan PLN.

Diharapkan dengan dicabutnya subsidi tersebut peningkatan pelayanan dapat ditingkatkan mulai dari pusat sampai ke daerah.

Suvervisor Administrasi Umum PLN Area Sibolga, Mulyadi, (32), yang dikonfirmasi Antara terkait peningkatan pelayanan di daerah tersebut mengatakan, pihaknya terus memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan PLN. 

Dan terkait dicabutnya subsidi bagi 12 golongan, PLN Sibolga meningkatkan Pelayanan Petugas Pihak ke 3 untuk gangguan tehnik dengan menambah jumlah kendaraan sepeda motor, roda 4untuk pelayanan ke desa-desa.

“Totalnya ada 14 unit kendaraan untuk gangguan tehnik, dan 37 unit sepeda motor untuk non tehnik, seperti penangihan, pemeliharaan dan lainnya. Kami yakin dengan menambah jumlah armada tersebut maka tugas pelayanan dapat kami tingkatkan kepada masyarakat.”Terangnya, Selasa.

Mulyadi juga menjelaskan, terkait pencabutan subsidi tersebut tidak ada kendala bagi PLN Area Sibolga. 

Karena kebanyakan pelanggan di daerah setempat pengguna meteran 450-900 KWH. Walaupun demikian, pihaknya masih ada juga yang menemukan masyarakat yang berekonomi cukup tapi menggunakan meteran subsidi.

Sedangkan untuk persediaan pasokan menurut Mulyadi, tidak ada kendala.

“Sampai saat ini tidak ada kendala untuk pasokan kita,” ujarnya.

Ia juga menghimbau masyarakat pengguna PLN jika menghadapi gangguan bisa menghubungi call center mereka yakni dinomor 123.

Adapun 12 golongan yang terkena penyesuaian tarif  adalah,R-1/TR 1.300VA, R-1/TR 2.200VA, R-2/TR 3.500VA s.d. 5.500VA, R-3/TR 6.600VA ke atas, B-2/TR 6.600VA s.d 200kVA, B-3/TM diatas 200kVA, I-3/TM diatas 200kVA,  I-4/TT 30.000kVA ke atas, P-1/TR 6.600VA s.d 200kVA, P-2/TM diatas 200kVA, P-3/TR, L/TR,TM,TT.



Pewarta: Jason
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026