Pandan, 17/6 (Antarasumut)- Sampai saat ini harga daging ayam potong di Kabupaten Tapanuli Tengah masih tinggi yakni Rp30ribu/kg nya. Harga tersebut naik drastis 1 minggu jelang puasa dari Rp22ribu/kg.

Demikian dikatakan Arifin, (34), salah seorang penjual daging ayam potong di pasar Pandan, Tapteng,  Jumat,(17/6).

Diakuinya, karena harga daging ayam yang masih mahal terpaksa Ia mengurangi pesanan dari 100kg/hari, jadi 50kg. 

“Jumlah pembeli menurun drastis, ditambah lagi kondisi perekomian masyarakat yang memprihatinkan, sehingga hanya kalangan atas dan rumah makansaja yang sanggup membelinya,” ujarnya.

Selain harga daging ayam yang mahal, harga ikan basah juga turut merangkak naik sekitar Rp3.000/kg tergantung jenis ikannya. Untuk jenis ikan gambolo (gembung) Rp34ribu/kg, gabu, Rp42ribu/kg, timpik (tongkol) Rp30ribu/kg, kaling Rp28ribu/kg dan ikan teter Rp24ribu/kg.

“Sejak dilarangnya pukat trawls beroperasi, harga ikan terus naik. Kami juga tidak berani mengambil stok banyak dari TPI takut tidak laku,”ujar Mansyur (60), salah seorang pedagang ikan di Pasar Pandan.

Akibat mahalnya harga kebutuhan tersebut, wargapun beralih untuk mengkonsumsi tempe dan tahu. Kedua bahanini laris manis.

Menurut ibu Marni Hutagalung, (51), pedagang tempe, mengaku penjualan tempe dan tahunya meningkat drastis. Kalau biasanya ia memesan 100 bungkus, kinibisa menjadi 200-230 bungkus/hari. Demikian juga dengan tahun.

“Kalau tempe harganya Rp1.000 ukuran biasa, Rp2.000 untuk ukuran sedang. Sedangkan harga tahuRp1.500/biji. Harga ini normal, karena diproduksi di daerah kita ini juga tepatnya di Kecamatan Pinangsori, Tapteng,”katanya.

Kedua makanan tradisonal inilah yang banyak diolah dicampur dengan ikan basah sedikit sebagai penambah selera untuk santapan sehari-hari.



Pewarta: Jason
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026