Medan, 4/4 (Antara) - Polda Sumatera Utara menghadapi dua tugas besar dalam dua bulan terakhir yakni pengamanan Hari Buruh Internasional dan pembinaan terhadap eks anggota Gafatar yang telah kembali ke daerah itu.

Dalam upacara di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut di Medan, Senin, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Adhi Prawoto mengatakan, pemerintah telah mengembalikan eks anggota Gafatar ke daerah masing-masing untuk dibina.

Di Sumut, eka anggota Gafatar tersebut dibina di SPN Sampali dan Mako Detasemen A Satuan Brimob yang bermarkas di Kota Binjai.

Selain menyukseskan pembinaan, Polda Sumut juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan atas pengembalian eks anggota organisasi yang dilarang tersebut.

Hal itu disebabkan sebanyak 187 orang dari 303 orang eks Gafatar di Sumut sudah tidak lagi mengakui agamanya semula yaitu Islam, tapi agama baru yaitu "Millah Ibrahim" yang sudah difatwakan sesat oleh MUI.


Kondisi itu sangat potensi berupa munculnya penolakan terhadap eks anggota Gafatar dari masyarakat yang mungkin merasa khawatir terhadap penyebaran ajaran yang menyimpang tersebut.


Karena itu, seluruh personel Polda Sumut diminta untuk meningkatkan kinerjanya untuk memantau berbagai perkembangan situasi untuk menjaga kamtibmas di daerah itu.


Kemudian, Polda Sumut juga memiliki tanggung jawab untuk mengamankan proses peringatan Hari Buruh Internasional yang dirayakan setiap 1 Mei.


Lain lagi dengan pengamaan pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA dan SMP sederajat tahun 2016 yang sedang berlangsung.


Untuk menghadapi berbagai tugas yang diyakini cukup berat tersebut, seluruh personel Polda Sumut diingatkan untuk selalu bersikap disiplin, loyal terhadap tugas, serta mematuhi hirarki dalam kelancaran tugas.


"Laksanakan tugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, serta jaga kesehatan dan keselamatan dalam bertugas," katanya. ***2***





(T.I023/B/I007/I007) 04-04-2016 17:57:50

Pewarta: Irwan Arfa
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026