"Petugas jembatan timbang supaya tegas dalam menerapkan tonase kendaraan, sehingga dana untuk perbaikan tidak sia-sia"
Simalungun, Sumut, 3/4 (Antara) - Pengguna ruas jalan provinsi dari Kota Pematangsiantar menuju ibukota Kabupaten Simalungun, berharap pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan perbaikan terhadap sarana transportasi yang banyak berlobang.

Aspal hampir merata terkelupas di sejumlah titik dengan kedalaman ada yang mencapai 20 Cm, sehingga menganggu kenyamanan berkendara.

"Kerusakan terparah mulai dari Sirang Sigodang Kecamatan Pane sampai Nagori Merek Raya Kecamatan Raya," sebut Amri Harahap (42 tahun), warga Embong, Kecamatan Pane, Kabupaten Simalungun, Minggu.

Amri mengakui, setiap tahun ruas jalan provinsi penghubung Kabupaten Karo dan Kota Dairi dilakukan pengaspalan atau penambalan yang berlobang.

"Tidak sekaligus, hanya di tempat yang rusak. Tetapi muncul titik rusak di lokasi yang lain," kata Amri.

Rusdin Sinaga (46 tahun) warga Merek Raya berharap pemerintah atau instansi terkait aktif memantau dan melarang kendaraan besar dan berat yang melintas di jalan ini.

"Petugas jembatan timbang supaya tegas dalam menerapkan tonase kendaraan, sehingga dana untuk perbaikan tidak sia-sia," saran Rusdin.

Pemerintah setempat juga disarankan untuk proaktif mengajak warga sekitar ruas jalan bergotong royong membersihkan saluran parit atau drainase.

Kerusakan jalan, selain truk bertonase sarat, juga diperparah dengan tumpatnya drainase, sehingga saat hujan ruas jalan terendam air. 

Pewarta: Waristo
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026