Medan, 17/2 (Antara)- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melalui Pelaksana tugas Gubernur Sumut, H T Erry Nuradi, Rabu, 17 Februari, melantik 15 bupati/wali kota dan wakilnya di Sumatera Utara (Sumut).

Sebanyak 15 kepala daerah yang dilantik itu, 14 pasangan merupakan hasil pilkada serentak 9 Desember 2015 dan satu Bupati Tapanuli Tengah, Sukran Jamilan Tanjung menggantikan Bonaran Situmeang yang sudah diberhentikan secara tetap karena perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap. 

Adapun 14 kepala daerah/wakil kepala daerah yang dilantik masing-masing Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution (Medan), Muhammad Idaham-Timbas Tarigan (Binjai), Soekirman-Darma Wijaya (Serdang Bedagai), Remigo Yolando Berutu-Maju Ilyas Padang (Pakpak Bharat).

Rapidin Simbolon-Juang Sinaga (Samosir), Darwin Siagian-Hulman Sitorus (Toba Samosir).  Dosmar Banjarnahor-Saut Parlindungan Simamora (Humbang Hasundutan), M Syarfi Hutauruk-Edipolo Sitanggang (Sibolga), Syahrul M Pasaribu-Aswin Efendi Siregar (Tapanuli Selatan).

Kemudian M Syahrial-Ismail (Tanjungbalai), Taufan Gama Simatupang-Surya (Asahan), Kharuddin Syah Sitorus-Dwi Prantara (Labuhanbatu Utara), Pangonal Harahap-Andi Suhaimi Dalimunthe (Labuhanbatu), Wildan Aswan Tanjung-Kholil Jufri Harahap (Labuhanbatu Selatan).

Pelaksana tugas Gubernur Sumut H T Erry Nuradi, dalam arahannya, mengatakan, pelantikan kepala daerah/wakil dilakukan di Lapangan Merdeka, Medan, agar semua daerah dekat dengan masyarakat.

Menurut Erry, kepala daerah yang dilantik harus mengikuti arahan atau pesan Presiden tentang keharusan pejabat daerah mendekatkan diri dan melayani masyarakat.

"Jangan menyia-nyiakan amanah rakyat dan kepada rakyat mari beri waktu untuk pejabat menjalankan janji politiknya," katanya.

Dia menegaskan, semua wali kota/ bupati harus membuat rencana kerja jangka menengahj (RKJM) daerah yang disesuaikan dengan RKJM Pusat khususnya dalam menjalankan "Nawacita" yang diprogramkan Presiden Joko Widodo.

Di bidang perekomian, misalnya, pemerintah daerah harus bisa menjaga daya beli masyarakat dan menekan iinflasi serta membuka dan menyerap tenaga kerja yang banyak.

Dalam kesempatan itu, Erry juga memberi apresiasi terciptanya keamanan dalam pilkada serentak yang semula Sumut menjadi daerah yang dikhawatirkan rawan keamanan.

Acara pelantikan yang digelar di Lapangan Merdeka, Medan dihadiri sekitar 2.000 orang mulai tamu undangan hingga masyarakat.

Sebelumnya, Erry menyebutkan, kepala daerah yang dilantik itu semua masa jabatannya sudah habis.

Dia menjelaskan, pilkada serentak di Sumut dilakukan 23 daerah.



"Dari 23 daerah, yang dilantik sebanyak 14 (di luar Tapanuli Tengah). Sisanya sembilan yang belum dilantik itu masing-masing 7 kepala daerah masa jabatan pejabatnya belum habis dan dua daerah yakni Simalungun dan Siantar yang pilkadanya ditunda," katanya.



Erry menyebutkan, untuk pejabat yang belum dilantik itu, pihaknya hanya menunggu petunjuk dari Mendagri.



"Kalau `pusat` bilang bulan depan dilantik, maka dilantik lagi," ujarnya. ***4***



Pewarta: Evalisa Siregar
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026