"Volume ekspor Sumut sepanjang Januari-Desember 2015 turun 79.306 ton menjadi 9.008.220 ton dari 2014 yang 9.087.526 ton"
Medan,   (Antara) - Nilai ekspor atau devisa Sumatera Utara pada 2015 turun sebesar 17,18 persen dari 2014 yang mencapai 9,361 miliar dolar AS akibat melemahnya permintaan dan harga ekspor.


"Pada 2015, nilai ekspor tinggal 7.752.786.000 dolar AS dari 2014 sebesar 9.361.110.000 dolar AS," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Wien Kusdiatmono di Medan, Senin.


Meski terjadi juga penurunan volume, tetapi harga jual barang ekspor dinilai paling berkontribusi besar pada penurunan devisa Sumut di tahun 2015.


Volume ekspor Sumut sepanjang Januari-Desember 2015 turun 79.306 ton menjadi 9.008.220 ton dari 2014 yang 9.087.526 ton.


"Penurunan devisa yang cukup besar tahun ini dipicu menurunnya hampir semua golongan ekspor Sumut mulai karet, sawit, ikan dan udang hingga kayu dan barang dari kayu," katanya.


Dari 10 golongaan barang utama ekspor Sumut, semuanya mengalami penurunan devisa, kecuali buah-buahan yang bertumbuh," katanya.


Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Parlindungan Purba mengaku sudah memperkirakan penurunan devisa itu sejak awal.


Asumsi itu semakin kuat mengacu pada data hingga November 2015 yang nilai devisa sudah turun 18,50 persen dari periode sama 2014 yang sebesar 8,681 miliar dolar AS.


"Penurunan devisa tahun 2015 di atas persentase yang diperhitungkan sebelumnya yakni turun sekitar 14 persen, " katanya.


Penurunan devisa akibat permintaan dan harga ekspor yang melemah dampak krisis global.


Nilai ekspor Sumut semakin melemah karena ekspor daerah itu juga mengandalkan produk komoditas seperti sawit dan karet yang permintaan dan harganya anjlok.


"Pengusaha, ujar Parlindungan mengalami kesulitan berusaha di tahun 2015 dan meski pengusaha tetap optimistis di 2016, tetapi diperkirakan gangguan ekspor masih akan berlanjut," katanya.


Untuk itu, kata dia, pengusaha membutuhkan dukungan kuat dari pemerintah.***3***





(T.E016/B/A029/A029) 01-02-2016 23:13:54

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026