"Langkah Bulog menggelontorkan cabai merah giling itu, mendapat respon positif dari masyarakat"Medan, (Antara) - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sumatera Utara mulai melepas cabai merah giling ke pasar dengan sistem penjualan langsung ke konsumen untuk menekan harga jual komoditas itu yang terus naik hingga Rp40.000 per kg.
"Cabai giling dijual murah Rp25.000 per kg itu diharapkan mampu mengendalikan harga cabai segar yang sudah Rp40.000an per kg menjelang akhir tahun 2015," kata Humas Bulog Sumut, Rudi Adlyn di Medan, Selasa.
Langkah Bulog menggelontorkan cabai merah giling itu, mendapat respon positif dari masyarakat.
"Bulog banyak diminta perkantoran atau kelurahan menjual cabai giling dan termasuk beras yang sudah beberapa pekan terakhir di OP (operasi pasar)-kan," katanya.
Penjualan cabai merah giling itu dilakukan sesuai permintaan pasar.
"Bulog belum melepas cabai merah segar karena selain stok tidak banyak juga permintaan lebih banyak dalam keadaan sudah digiling," ujar Rudy.
Adapun volume beras yang disalurkan untuk operasi pasar sekitar 165 ton, di lima pasar tradisional yakni Palapa, Pusat Pasar, Petisah, Sukaramai dan Aksara.
Harga beras OP dijual jauh di bawah harga pasar atau sekitar Rp8.100 - Rp8.400 dari harga di pasar yang sebesar Rp9.000 - Rp9.500 per kg.
"OP beras dan cabai akan terus dilanjutkan minimal hingga akhir tahun atau harga stabil," katanya.
OP beras itu diyakini tidak akan mengalami hambatan karena stok bahan pangan utama di gudang Bulog cukup aman.
Stok beras, kata dia, ada sekitar 28.000 ton atau mencukupi untuk hampir tiga bulan karena per bulan kebutuhan sebanyak 11.193 ton.***3***
Pewarta: Evalisa SiregarEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.