Nilai ekspor yang turun itu merupakan dampak menurunnya permintaan dan harga jual akibat krisis global yang masih melanda
Medan, 23/11 (Antara) - Nilai ekspor lemak dan minyak hewan nabati yang mengandung crude palm oil Sumatera Utara hingga triwulan III 2015 turun sebesar 19,21 persen atau menjadi 2,458 miliar dolar AS.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Wien Kusdiantmono di Medan, Senin, mengatakan, pada periode Januari-September 2014, nilai ekspor lemak dan minyak hewan nabati sudah 3,042 miliar dolar AS.


"Nilai ekspor yang turun itu merupakan dampak menurunnya permintaan dan harga jual akibat krisis global yang masih melanda," katanya.


Namun meski turun, ujar Wien, ekspor golongan barang itu masih tetap memberi kontribusi terbesar dalam ekspor nonmigas Sumut.


Nilai ekspor Sumut secara keseluruhan mencapai 5,799 miliar dolar AS. Devisa Sumut itu juga turun 18,31 persen dibandingkan periode sama 2014 yang sudah 7,099 miliar dolar AS.


Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV Erwin Nasution mengakui, penurunan volume dan harga crude palm oil (CPO) yang anjlok memang mempengaruhi kinerja perusahaan perkebunan.


Meski harga jual sejak semester II mulai membaik, tetapi belum juga kembali ke angka normal. "Makanya kinerja perusahaan perkebunan terganggu dewasa ini," katanya. ***3***


(T.E016/B/I023/I023) 23-11-2015 18:19:15

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026