Medan (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat China menjadi negara tujuan ekspor terbesar Sumut selama periode Januari hingga April 2026.

"Tujuan ekspor terbesar Sumatera Utara adalah Tiongkok dengan nilai 738,42 juta dolar AS atau berkontribusi 17,41 persen terhadap total ekspor," ujar Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra di Medan, Selasa.

Asim mengatakan Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar berikutnya dengan nilai 585,07 juta dolar AS, disusul India sebesar 297,98 juta dolar AS.

Ketiga negara tersebut memberikan kontribusi sebesar 38,23 persen terhadap total ekspor Sumatera Utara. Selain itu, sekitar 39,60 persen ekspor Sumatera Utara bertujuan ke kawasan Asia di luar ASEAN.

Ia mengatakan komoditas dengan pangsa ekspor terbesar selama Januari-April 2026 adalah lemak dan minyak hewan/nabati dengan nilai 1,67 miliar dolar AS atau 39,39 persen dari total ekspor.

Kemudian berbagai produk kimia menyumbang 738,42 juta dolar AS atau 17,41 persen.

"Nilai ekspor Sumatera Utara pada April 2026 mencapai 1,27 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 869,97 juta dolar AS atau naik 46,29 persen," katanya.

BPS Sumatera Utara juga mencatat nilai impor selama Januari-April 2026 mencapai 1,86 miliar dolar AS atau meningkat 8,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 1,72 miliar dolar AS.

Berdasarkan golongan penggunaan barang, nilai impor barang konsumsi meningkat 40,38 persen secara tahunan, sedangkan impor bahan baku/penolong naik 8,70 persen.

Menurut negara asal, impor terbesar Sumatera Utara selama Januari-April 2026 berasal dari Tiongkok dengan nilai 489,69 juta dolar AS atau 26,32 persen dari total impor. Selanjutnya Singapura sebesar 285,93 juta dolar AS atau 15,37 persen dan Malaysia 227,07 juta dolar AS atau 12,20 persen.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026