Dua unit rumah di Jalan Kapten Tandean, Keluraham Bincar, Kota Padangsidimpuan dilalap si "jago merah", Rabu sekitar Pukul 12.30 WIBPadangsidimpuan 18/11 (Antarasumut)- Dua unit rumah di Jalan Kapten Tandean, Keluraham Bincar, Kota Padangsidimpuan dilalap si "jago merah", Rabu sekitar Pukul 12.30 WIB. Beruntung api dapat dijinakkan tim pemadam kebakaran satu jam kemudian sehingga tidak melebar kerumah lain di pemukiman padat penduduk tersebut.
Lurah Bincar,Lewin Siregar di dampinggi Kepala Lingkungan 1 Bincar, Manaf Harahap, mengatakan, kebakaran tersebut terjadi usai Shalat Zuhur. Tiba-tiba suasana menjadi heboh dengan jeritan warga karena rumah milik Gembira Harahap,(50) yang merupakan kepala Asuransi Bumi Putra Padangsidimpuan terbakar.
Seketika api mulai membesar dan merambah ke rumah di sampingnya yang juga ditempati oleh keluarga Rajawali Harahap (39).
Pemadam yang datang setelah mendapat laporan dari warga berusaha menjinakkan api. Namun sayang api telah terlebih dahulu membakar bagunan rumah dan hampir separuh rumah disampingnya hangus hingga petugas pemadam mematikan api secara menyeluruh.
Sebagian besar barang-barang berikut orang tua Rajawali yang bernama Tiarmin (74) berhasil dievakuasi. Tiarmin sendiri diketahui sedang menderita sakit dan dalam perawatan di rumah tersebut.
Sementara itu, Gembira Harahap (50) mengatakan, saat kebakaran terjadi dirinya sedang di kantor. Untungnya keluarga sedang berada di kampung halamannya di Sibuhuan sehingga semuanya selamat.
"Kebetulan keluarga semua sedang dikampung di Sibuhuan, dan rumah saya tinggal pergi kekantor dalam keadaan terkunci. Saya tidak tau sumber apinya darimana tiba-tiba saja kata warga rumahku terbakar,"katanya.
Lurah Bincar, Elwin Siregar bersama Kepling, Manaf Harahap menambahkan, dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Pewarta: Khairul Arief: khairularief
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.