Matahari muncul, jajaran bukit pun terlihat lagi, pandangan sudah normalPematangsiantar, Sumut, 31/10 (Antara) - Wilayah Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu, bebas dari kabut asap sebagai dampak pembakaran hutan di sejumlah provinsi.
Masyarakat bisa merasakan terpaan sinar matahari dan melihat jajaran Bukit Barisan berjarak kira-kira 80-an kilometer dari Kota Pematangsiantar.
"Matahari muncul, jajaran bukit pun terlihat lagi, pandangan sudah normal," sebut Marzuki (42) warga kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar.
Menurut mantan anggota DPRD Kota Pematangsiantar itu, keadaan cuaca tersebut membaik sejak tiga hari lalu pascaturunnya hujan.
"Setiap hari (hujan) turun, jadi sangat membantu untuk menghilangkan kabut asap, kita harapkan titik-titik api segera padam," kata Marzuki.
Masyarakat di kedua daerah yang berbatasan itu menjalankan aktivitas kehidupan secara normal, tanpa dicemaskan dengan gangguan kesehatan.
"Tidak takut lagi, proses tumbuh kembang tanaman juga mulai membaik," kata Lintong Siahaan (56), petani tomat di Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.
Dalam tiga bulan terakhir, kata Lintong, petani kewalahan merawat tanaman, karena tidak bisa memprediksi cuaca akibat tertutup kabut asap.
Ia berharap, keadaan normal terus berlangsung supaya masyarakat lebih nyaman bekerja, dan hasil tanaman terjamin kualitasnya. ***4***
(T.KR-WRS/C/I023/I023) 31-10-2015 16:39:41
Pewarta: WaristoEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.