Hujan yang setiap hari turun di sini (Pematangsiantar-Simalungun), sepertinya sudah tidak mampu mengusir kabut asap," kata Surianto (34 tahun), warga Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat
Pematangsiantar, Sumut, 6/10 (Antara) - Kabut asap yang menyelimuti Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, semakin pekat dalam dua hari ini.
Asap kiriman akibat pembakaran hutan ini, bahkan sudah mulai memasuki ruangan dalam rumah-rumah warga terhitung Selasa.
Jarak pandang semakin dekat, mata terasa semakin perih, dan pernapasan melalui hidung terasa berat dan panas.
'Hujan yang setiap hari turun di sini (Pematangsiantar-Simalungun), sepertinya sudah tidak mampu mengusir kabut asap," kata Surianto (34 tahun).
Warga Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar ini cemas dengan kesehatan keluarga dan diri.
"Sebisanya kami pakai masker dan mengurangi kegiatan di luaran, terakhir berdoa supaya tetap sehat-sehat saja," katanya.
Rosidawati (41 tahun), membawa anak bungsu, Indah Arista Syifa (6 tahun), ke rumah sakit untuk perawatan intensif sakit asma yang dikarenakan kabut asap.
"Kami sudah berupaya menjaga Indah supaya tidak terdampak kabut asap," ujar warga Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat ini.
Pemerintah dua daerah kerap membagikan masker kepada masyarakat yang beraktivitas di luaran untuk mengurangi dampak kabut asap.
Menurut masyarakat, upaya itu hanya pencegahan sementara dan temporer, karena masker tidak bisa dipergunakan dalam waktu lama, sedangkan pembakaran hutan berlangsung sudah bulanan.
Untuk itu, masyarakat di kedua daerah ini berharap pemerintah pusat berupaya lebih maksimal lagi untuk menghentikan pembakaran dan memadamkan api.
Pewarta: Waristo: Waristo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.