terutama pada malam hari sehingga umat muslim tidak terganggu ketika melaksanakan shalat tarawih.
"Mudah-mudahan listrik tidak pernah padam selama Ramadhan," katanya di Medan, Rabu, saat berkunjung ke kantor PT PLN (Persero) Wilayah Sumut di Jalan Kol Yos Sudarso Medan, Rabu.
Ia mengatakan, kebutuhan listrik akan mengalami peningkatan pada bulan Ramadhan, terutama pada malam hari karena umat Islam melakukan ibadah tarawih dan sahur.
"Tentunya penggunaan istrik untuk penerangan pada malam hari juga ikut meningkat. Itu artinya, rentang beban puncak penggunaan listrik akan bertambah panjang," katanya.
Meski kondisi kelistrikan di Sumut masih belum menggembirakan akibat defisit energi, ia meminta PT PLN Wilayah Sumut harus menjaga stabilitas penerangan pada bulan Ramadhan.
Tidak dapat dipungkiri, krisis listrik di Sumut dipicu pertumbuhan ekonomi yang kian pesat, tanpa dibarengi dengan ketersediaan daya dan energi yang memadai.
Kondisi itu mengakibatkan Sumut mengalami krisis listrik berkepanjangan.
"Pertumbuhan ekonomi meningkat 1,5 kali dari pertumbuhan daya dan ketersediaan energi listrik. Akibatnya, Sumut mengalami krisis listrik," katanya.
General Manajer PT PLN Persero Wilayah Sumut Dyananto mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah strategis dalam menjaga ketersediaan listrik dan stabilitas penerangan pada Juni 2015, termasuk pada bulan Ramadhan.
"Jelang Ramadhan listrik di Sumut aman dan kondisi ini akan terus dipertahankan selama bulan Ramadan, karena pembangkit di PLN sudah membaik," katanya.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan guna menjaga ketersediaan listrik diantaranya melakukan pemadaman listrik pada pelanggan pengguna tegangan tinggi agar pelaksanaan sholat Jumat tidak terganggu.
Selain itu, PT PLN Wilayah Sumut juga menyediakan genset terpadu di sejumlah unit pelayanan terdekat agar ibadah pada malam Ramadhan tetap berjalan dengan baik.
"Kami juga menyiapkan 134 genset daya tegangan tinggi yang tersebar di delapan area di Sumut diantaranya di Medan, Binjai, Lubukpakam, Pematangsiantar, Rantauprapat, Padangsidempuan, Sibolga, dan Nias. Begitu juga untuk mesjid-mesjid tempat sholat tarawih," katanya. ***4***
(T.KR-JRD/B/I. Arfa/I. Arfa)
Pewarta: Juraidi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.