Pedagang daging di pasar tradisionil Jalan Veteran Kota Tanjungbalai Darwin di Tanjungbalai, Sabtu, mengatakan, harga daging kambing masih berkisar Rp75.000 hingga per kg, sedangkan daging sapi dan kerbau Rp100.000 per kg.
"Biasanya, dua atau sehari sebelum ramadhan harga tersebut bisa naik," ujarnya.
Lonjakan harga mendekati bulan Ramadhan itu terjadi karena permintaan dari pembeli meningkat, sementara stok hewan yang akan disembelih terbatas.
Kenaikan harga daging beberapa hari menjelang bulan Ramadhan itu disebabkan adanya kenaikan harga dari agen penyalur hewan ternak.
"Karena harga beli naik, kami (pedagang) terpaksa ikut menaikkan harga jual," katanya.
Sementara itu, pedagang di Pasar Suprapto, Tarmizi mengatakan, kenaikan harga pada satu hari menjelang Ramadhan biasanya karena permintaan daging meningkat untuk masyarakat yang akan menyelenggarakan tradisi "punggahan".
"Karena permintaan meningkat, di hari punggahan itu harga daging bisa naik dari harga normal", katanya.
Pengamat sosial masyarakat di Kota Tanjungbalai, Khairul Rasyid, meminta pemerintah proaktif melakukan pengawasan terhadap kualitas dan lonjakan harga sembako dan bahan pangan lainnya.
Khusus terhadap daging, institusi terkait hendaknya melakukan pemeriksaan dan pengawasan kualitas serta lonjakan harga daging dan bahan pangan lainnya.
Pengawasan itu diperlukan untuk mencegah terjadinya "kecurangan" yang dilakukan pedagang yang menaikkan harga diluar kemampuan masyarakat.
"Pengawasan untuk menekan kenaikan harga yang siginifikan, sedangkan pemeriksaan demi mencegah penjualan daging dan barang barang lain yang tidak layak konsumsi", katanya. ***4***
(T.KR-YWK/B/I. Arfa/I. Arfa) 30-05-2015 15:
Pewarta: Yan Aswika:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.