"Kami memperbaiki rumah sendiri," kata salah seorang warga Sei Bingei Agustina, di Sei Bingei, Kamis.
Agustina menjelaskan angin puting beliung yang menerpa kediaman warga di Desa Durian Lingga dan Desa Namuterasi Kecamatan Sei Bingei secara tiba-tiba dan menghancurkan bagian atap rumah.
Untuk bermalam warga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan keluarga mereka yang tidak terkena angin puting beliung, katanya.
"Kami sudah memperbaiki rumah yang terkena puting beliung sekarang ini, dibantu dari TNI, Polres, Polsek, BPBD," katanya.
Sekretaris Kecamatan Sei Bingei Samsul Adha menjelaskan kediaman warganya yang terkena angin puting beliung sebanyak 32 rumah, tiga gereja, dan satu mengalami luka berat dan satu luka ringan.
Selain itu, ada tanaman jagung manis seluas satu hektare yang terkena angin puting beliung, termasuk tanaman padi, dan tanaman lainnya.
"Warga sekarang sedang memperbaiki rumah mereka agar bisa kembali ditempati," katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Iwan Syahri mengatakan instansinya masih melakukan pendataan berapa besar kerusakan rumah yang diderita warga.
"BPBD juga akan melakukan kordinasi dengan Bupati terkait bantuan yang akan diterima warga untuk perbaikan rumah mereka," katanya.
Dimana dari 32 rumah diterpa puting beliung, 20 rumah rusak parah dibagian atap hingga rumahnya ambruk rata dengan tanah, sementara sisanya mengalami rusak sedang dan rusak ringan, katanya.***4***
(T.KR-IFZ/C/I.K. Sutika/I.K. Sutika) 28-05-2015
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.