Tebing Tinggi, 26/6 (Antara) - Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, terus melakukan pembenahan di berbagai bidang dalam upaya menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlaku akhir 2015.
Wali Kota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi, di Tebing Tinggi, Selasa, mengatakan Indonesia akan memasuki persaingan global seiring dengan mulai diberlakukannya MEA pada akhir tahun mendatang, yang tentunya harus disikapi dengan berbagai persiapan.
"Tentunya kita tidak ingin hanya menjadi bangsa pecundang, setiap kompetisi pasti akan ada yang unggul. Untuk itulah kita harus terus berbenah, baik kualitas SDM maupun yang lainnya," katanya.
Hal itu sampaikan saat membuka pelatihan fasilitasi sertifikasi nasional berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kominfo yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo.
Ia mengatakan pasar Indonesia merupakan sasaran yang empuk bagi bangsa-bangsa di ASEAN sebagai tempat pemasaran berbagai produk, demikian juga dengan tenaga kerja asing yang sudah bebas untuk bekerja di dalam negeri.
Hal itu tentunya menjadi tantangan bagi tenaga kerja Indonesia yang harus disikapi dengan mempersiapkan diri dengan peningkatan ilmu dan keahlian yang ditandai dengan sertifikasi.
Tidak hanya sertifikasi, yang lebih penting dari itu, kata dia, adalah adalah keahlian dan keterampilan terutama dalam menggunakan teknologi informasi, karena dengan penguasaan kewahlian tersebutlah baru dapat bersaing dengan tenaga kerja asing.
"Kepada angkatan kerja muda, jangan bercita-cita menjadi PNS, tetapi jadilah seorang enterpreneur, agar siap menjadi pemenang dalam menghadapi MEA ini," katanya.
Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kementrian Kominfo, Woro Indah Didyastuti mengatakan upaya menyiapkan SDM berkualitas tidak bisa hanya dilakukan dengan langkah-langkah biasa tanpa strategi.
"Melainkan diperlukan trik-trik tertentu dan untuk itu pemerintah telah menyiapkan lima strategi khusus," katanya.***3***


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026