Tebing Tinggi, Sumut, 19/5 (Antara) - Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara mencatat, sejak Januari hingga Mei 2015 terdapat 68 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di kota itu.
"Sementara tahun 2014 terdapat 177 kasus. Ini merupakan angka di atas normal yang semestinya harus di bawah 100 kasus. Banyaknya kasus tersebut harus menjadi perhatian kita bersama," kata Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Selasa.
Hal itu ia sampaikan pada acara peningkatan kapasitas Kader Jumantik, yang diikuti 378 orang peserta.
Dalam kesempatan itu ia mengatakan, mengingat kasus DBD yang terjadi cukup tinggi, pihaknya sangat berharap kader Jumantik agar lebih berperan aktif dalam melaksanakan tugasnya di wilayahnya masing-masing.
Diantaranya dengan menggandeng masyarakat untuk kembali mengaktifkan kegiatan gotong royong, serta tetap menerapkan 3 M yakni menguras, menutup dan menanam wadah yang kemungkinan dapat menjadi sarang nyamuk.
"Tidak usah menunggu program dari pemerintah. Siapa saja tidak terlepas dari kemungkinan terserang DBD, biar kaya ataupun kurang mampu.Artinya kita harus selalu siaga dari kemungkinan terserang penyakit yang berasal dari nyamuk aedes itu," katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan motivasi kepada para kader Jumantik bila sampai akhir tahun 2015 di daerahnya bebas dari kasus DBD, maka ia secara pribadi akan memberikan hadiah secara khusus.
"Saya secara pribadi akan memberikan hadiah kepada petugas Jumantik yang berhasil membuat daerahnya bebas DBD. Ini janji saya kepada para Jumantik kita akan lihat nanti hasilnya," katanya(del)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.