Medan, 28/4 (Antara) - Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Utara sudah membeli sebanyak 60 ton beras petani dengan harga sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp7.300 per kilogram.

"Setelah hampir empat bulan di tahun ini, belum bisa membeli beras petani, maka pada Jumatn (24 April), Bulog Sub Divre Medan berhasil membeli 60 ton beras petani di Kabupaten Deliserdang," kata Humas Bulog Sumut Rudi Adlyn di Medan, Selasa.

Menurut dia, Bulog memang terus melakukan "jemput bola" pembelian beras petani menyusul selalunya harga bahan pangan utama itu berada di atas HPP.

Dengan keberhasilan membeli beras petani itu diharapkan target pembelian Bulog tahun ini sebanyak 1.000 ton bisa tercapai.

Dia mengakui, harga pembelian baru. sesuai Instruksi Presiden 17 Maret 2015, tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras Oleh Pemerintah yang mengalami kenaikan, memang membuat harapan Bulog untuk bisa membeli beras petani sesuai rencana semakin besar.

Sesuai Inpres itu misalnya, harga Gabah Kering Panen (GKP) di petani dengan kadar air maksimal 25 persen menjadi Rp3.700 per kg dari sebelumnya yang sebesar Rp3.300 per kg.

Sementara harga Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan dengan kotoran/butir hampa maksimal 10 persen menjadi Rp3.750 per kg dari Rp3.350 per kg.

Sedangkan harga beras di gudang Bulog, antara lain dengan butir patah maksimal 20 persen menjadi Rp7.300 per kg dari Rp6.600 per kg sebelumnya.

"Dengan sudah adanya pembelian beras diharapkan stok beras Bulog Sumut semakin kuat dari 30ribuan ton dewasa ini,"katanya.

Stok Bulog akan semakin terjaga karena ada wacana pasokan beras antarpulau dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Petani padi di Lubuk Pakam, Deliserdang, Legiono, menyebutkan panen masih cukup banyak di daerah itu.

Meski panen banyak, tetapi harga jual padi masih tinggi di kisaran Rp3.800-Rp4.000 per kg.

"Karena harga beras di pasar semakin mahal, petani memilih menggilingkan padi menjadi beras untuk konsumsi sendiri," katanya. ***3***
(T.E016/B/Farochah/Farochah)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026