Samosir, Sumut, 4/3 (Antara) - Kenaikan harga beras secara nasional, dan terjadi di beberapa daerah, tidak berimbas untuk Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, yang masih stabil seperti biasanya di pasaran lokal.

"Meski sudah dinaikkan sesuai hasil rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemprov Sumatera Utara dan pemkab, tetapi masih tetap normal," kata Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang, Rabu.

Hotraja mengatakan, normalnya harga beras di daerah ini, karena masyarakat setempat lebih banyak mengkonsumsi produksi lokal, dan Samosir surplus beras, sehingga bisa membantu daerah yang mengalami kekurangan.

Selain itu, kecenderungan masyarakat Samosir menyimpan padi hasil panen pertama, dan menjual ke pasar panen kedua, juga menjadi faktor pendukung kestabilan stok dan harga beras ini.

"Jadi kita tidak akan gelar operasi pasar," kata Hotraja.

Sejumlah ibu rumah tangga mengakui beras lokal tidak mengalami kenaikan di pasar tradisional Tajur, Pangururan, tetapi beras jenis premium ukuran 10 Kg naik Rp20.000 dari harga Rp100.000.

"Harga beras lokal ukuran 15 kilogram masih Rp140.000, jadi kami lebih memilih beras lokal," kata Helpina Simbolon, warga Kecamatan Pangururan. ***3***
(T.KR-WRS/C/I.K. Sutika/I.K. Sutika) 04-03-2015

Pewarta: Waristo
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026