Lubukpakam, 29/11 (Antarasumut) - Menteri Pertanian DR. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, Kamis, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Deliserdang,Sumatera Utara, untuk meninjau perusahaan yang memproduksi benih dan pupuk di PT Sang Hyang Seri (Persero) Regional IV.
Saat meninjau di gudang produksi, Mentan sempat menanyakan aktifitas pengerjaan benih dan pupuk hingga hasil produksinya dapat dinikmati masyarakat atau tidak.
Berapa potensi hasil produksi disini, cukup tidak untuk kebutuhan masyarakat di Deliserdang atau pun Sumut ini. Kalau memang ada 6.000 ton untuk kebutuhan di Deli Serdang, jadi bisa diperkirakan ada 13.000 ton untuk Sumut. Atau bisa juga disuplai ke luar negeri. Yang penting petani jangan sampai mengeluh dan terlambat.
Selanjutnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang didampinggi Bupati H Ashari Tambunan beranjak melihat secara langsung potensi pertanian di Kabupaten Deli Serdang. Dengan menggunakan sepatu boath, Mentan bergegas menuju lahan persawahan yang berada di Desa Naga Timbul Kecamatan Tanjung Morawa.
Selama berjalan di areal persawahan jalan setapak, Andi Amran melihat langsung kondisi lahan pertanian, dari mulai kualitas tanah, tanaman padi, perawatan tanaman buah dan sayuran, hingga mendengarkan keluhan para petani.
Bahkan, Mentan tak canggung memberikan contoh cara menanam padi yang baik untuk menghasilkan panen yang memuaskan.
"Caranya kita harus menanamnya dengan halus sesuai barisan padinya dan insya Allah menghasilkan panen yang bagus juga nantinya,” imbuhnya yang mengaku sudah 20 tahun menanam padi dari sejak SD.
Dia menilai untuk indeks pertanahan, tanda-tandanya belum tercemar, namun perlu melakukan perawatan yang maksimal.
“Empat bulan ke depan paling lama harus sudah dapat diairi persawahan ini, nanti akan kita koordinasikan lagi,” tuturnya. Apalagi, lanjut Andi, petani diminta dapat menanam 3 kali dalam setahun. “Kita juga akan memberikan traktor 355 unit untuk Sumut. Jadi kita harus swasembada pangan di Sumut ini,” tegasnya.
Dia menekankan kepada Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Pemprov Sumut, dan Pemkab Deliserdang untuk mengerjakan dan memperbaiki saluran irigasi persawahan, jika memang menginginkan hasil pertanian yang maksimal.
Dalam hal ini, dia selalu mengingatkan soal irigasi agar bulan ini mulai dikerjakan dan ditarget selama empat bulan kedepan sudah rampung.
“Tidak ada egoisme sektorat, sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Perkerjaan Umum (PU). Kita harus bahu membahu dan bersinergi dalam pengerjaan ini,” jelasnya.
Dijelaskannya, bantuan yang diberikan ini sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM dari yang tidak produktif menjadi produktif dengan total anggaran Rp15 triliun dalam setahun ini.
“Untuk irigasi, alsintan, benih, pupuk dan termasuk operasionalnya. Saya ingat persisnya untuk 1 juta hektar saja irigiasi itu membutuhkan Rp2 triliun,” terangnya.
Bupati Deliserdang, H. Ashari Tambunan mengatakan untuk memajukan sektor pertanian itu berarti harus memajukan masyarakatnya secara langsung.
“Semuanya itu akan kita tindak lanjuti apa yang diminta oleh pak Menteri, karena semua program pak Menteri ini luar biasa, apa yang diberikan pak Menteri, sangat-sangat memberi harapan bagi masyarakat di Deliserdang ini,” tuturnya.
Setelah adanya kunjungan kerja Mentan ke Deliserdang, ada kesepatakan dengan Dinas PU Provinsi Sumut soal pengerjaan saluran irigasi persawahan.
“Sudah tadi dengan Dinas PU Propinsi, juga nanti kita akan koordinasikan bersama dengan SKPD terkait, bagaimana merespon dan menindak lanjutinya,” jelasnya yang mensyukuri kedatangan Mentan ke Kabupaten Deliserdang.
“Sektor Pertanian ini diharapkan dapat menyentuh masyarakat, kita akan semaksimal mungkin melakukan dan menghasilkan hasil potensi pertanian di Kabupaten Deli Serdang.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.