"Pada zaman modern saat ini, alam bukan lagi satu-satunya pilihan utama apabila ingin berwisata, lingkungan sekitar seperti keramahan dan penerimaan penduduk dan fasilitas harus mampu memudahkan wisatawan untuk menikmati liburan," katanya kepada wartawan, Selasa.
Ia menjelaskan, kemampuan berkomunikasi dengan baik dan sopan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa pengantar internasional sangat menunjang pariwisata daerah. “Mengapa wisatawan senang ke Thailand? Itu karena karakter mereka yang sopan dan ramah sehingga bahasa Inggrisnya yang tidak terlalu fasih dapat diterima dengan baik oleh para wisatawan asing. Begitupun dengan orang Sunda dan Bali, mereka terkenal ramah, makanya pariwisata mereka lebih laris daripada Samosir,” jelasnya.
Untuk memajukan pariwisata Samosir, destinasi wisata terpopuler di Sumatera Utara, pemerintah harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan mengadakan pelatihan bahasa Inggris secara berkesinambungan guna memastikan masyarakat mampu menggunakan bahasa Inggris dengan baik dan tepat, selain juga dibekali dengan pelatihan hospitality skill. “Kalau perlu diberikan reward and penalty melalui pembuatan peraturan daerah, sehingga peraturan itu bisa dilaksanakan dengan menyeluruh,” paparnya
Pelatihan dan pendampingan secara massif dan berkelanjutan harus dilakukan oleh pemerintah daerah untuk memastikan kualitas pelayanan yang prima kepada wisatawan, semakin ramah masyarakat di suatu tujuan wisata, maka akan semakin betah para wisatawan untuk tinggal disana.
Satu usul yang menurutnya penting juga untuk dijalankan demi mendorong kesadaran masyarakat sekitar, gereja dan lembaga adat, mengingat penduduk Samosir mayoritas Kristen, pemerintah seyogianya bisa bekerja sama dengan lembaga gereja di Samosir untuk bersama-sama memajukan parawisatanya. Selain itu, pemerintah bisa mendorong supaya lembaga koperasi dan paguyuban di antara masyarakat pelaku parawisata lebih dihidupkan.
Cara memudahkan masyarakat menyerap dan menggunakan bahasa Inggris, menurutnya, dengan mengajarkan bahasa itu melalui video-video berupa percakapan antara tamu dan masyarakat sehingga mereka bisa langsung melihat contoh dan situasi yang nyata. Kemudian mereka dimotivasi dan diberikan kesempatan untuk mempraktekkan dan menggunakan bahasa Inggris di antara mereka.
Dengan demikian bahasa Inggris bukan saja menjadi mata pelajaran yang perlu dipelajari, namun menjadi alat komunikasi. Boleh juga dengan memberikan buku panduan kecil yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat awam, sehingga mereka dengan mudah menghafalkan dan menggunakannya dengan wisatawan.
Sedangkan Yoffi Andinata, Direktur Professional In-House Training mengatakan, penduduk Samosir harus lebih terbuka terhadap perubahan. Diperlukan asimilasi-pembauran kebudayaan, agar daerah itu dapat lebih berkembang. “Pembauran itu penting, jika pemerintah membuat program untuk menempatkan para PNS dari luar ke Samosir saya rasa daerah itu akan jauh lebih berkembang,” terangnya.
Pemerintah daerah Samosir juga sudah seharusnya menggalakkan sekolah khusus pari-wisata dan mendukung berdirinya lembaga kursus bahasa Inggris agar para penduduk dapat belajar bagaimana cara melayani para wisatawan dengan baik, sehingga penduduk tidak hanya bergantung pada sektor pertanian saja untuk mata pencaharian mereka, ujarnya. (ril)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.