"Program padat karya dicanangkan untuk akses jalan dari Desa Sigapiton-Sibisa sepanjang 2,5 kilometer dan 1,5 kilometer di Desa Panamean, Kecamatan Ajibata dalam mewujudkan pemerataan pembangunan desa terpencil," kata Kadisnaker Toba Samosir Eston Sitohang di Balige, Sabtu.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah itu sangat lamban, karena akses transportasi untuk pengangkutan hasil bumi sangat terbatas dan susah dilalui, sehingga hasil produksi pertanian tidak bisa langsung dipasarkan dengan leluasa.
Anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan program tersebut, kata dia sudah diajukan dalam P APBD 2014. Laju pertumbuhan ekonomi masyarakat desa akan semakin terdorong, karena akses jalan akan dapat dilalui kendaraan roda empat.
Eston menyebutkan pihaknya sudah tiga kali turun langsung meninjau lokasi, serta mendapat respons positif warga sekitarnya, dan saat ini patok sebagai tanda untuk dikerjakan telah ditetapkan melalui rembukan bersama masyarakat.
Ia menjelaskan minimnya akses transportasi ke daerah itu secara otomatis menambah beban biaya sehingga mempengaruhi harga jual yang akhirnya berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat serta tingginya biaya hidup akibat harga komoditi.
Eston mencontohkan hasil bumi dari daerah tersebut seperti Kemiri, harus diangkut dengan berjalan kaki sepanjang beberapa kilometer melalui medan jalan sempit, kemudian naik kapal sekitar 45 menit untuk dijual ke pasar Ajibata, yang tentunya menelan ongkos angkut besar.
Menurutnya, hal tersebut perlu segera ditanggulangi. Jika program dimaksud berhasil, maka transportasi pengangkutan hasil bumi akan sangat terbantu, dengan target terbukanya akses jalan yang dapat dilalui kendaraan roda empat dari Desa Sigapiton dan Desa Panamean menuju Sibisa.
"Dalam program ini, warga setempat akan diberdayakan dengan melibatkan 300 masyarakat dalam jangka waktu pengerjaan selama 30 hari dengan upah yang disediakan Rp50.000 per hari," katanya. ***3***
(T.KR-HIN/B/Farochah/Farochah) 25-10-2014 11:49:59
Pewarta: Imran Napitupulu:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.