Simalungun, Sumut, 21/8 (Antara) - Para petani di sejumlah desa di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara mengkhawatirkan keberadaan tikus yang bisa merusak tanaman padi mereka.

"Padi sudah masa bunting (mulai berbuah), biasanya tikus-tikus itu mulai menyerang," kata Paiman (42 tahun) warga Nagori (desa) Karang Bangun Kecamatan Siantar, Kamis.

Ayah tiga anak ini mengaku mereka kesulitan memberantas hewan pengerat ini karena sekitar lahan tanaman padi banyak ditumbuhi semak.

"Sudah kita lakukan perburuan, tetapi hasilnya tidak maksimal. Batang tanaman padi tetap menjadi korban gigitan dan hasil panen berkurang," kata Paiman.

Suryadi (34 tahun) warga Nagori Karang Anyar Kecamatan Gunung Maligas menyampaikan permasalahan yang sama dengan tanaman padi di desanya.

"Tikus menyerang saat mulai buah. Batang yang digigit akan mengering sehingga tidak memberikan hasil yang banyak," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun Jan Posman Purba mengimbau petani untuk melakukan pola tanam serentak dan perburuan massal.

"Kebersamaan para petani dalam menanam dan bertindak akan memudahkan untuk mengantisipasi serangan hama tikus," ujar Jan Posman.

Daerah semak di sekitar lahan tanaman kata Jan Posman, harus dibersihkan supaya tidak menjadi sarang tikus dan perkembangbiakannya.

"Lubang-lubang juga perlu digenangi dan diasapi. Setelah tikus-tikus ke luar, lubang-lubang itu ditutup. Penyuluh pertanian di lapangan siap membantu," ujar Kepala Dinas Pertanian. ***3***
(T.KR-WRS/C/Suparmono/Suparmono)

Pewarta: Waristo
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026